Radargempita.co.id
Pojok Berita, – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Pemerintah Prancis melalui Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya di bidang sastra dan literasi. Kolaborasi tersebut ditandai melalui gelaran Connection Night dalam rangkaian Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 di Makassar.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis mengatakan, kerja sama itu akan menghubungkan dua program unggulan dari masing-masing negara.
“Kita akan mengawinkan dua program besar, yaitu program Choix Goncourt Indonésie dari Pemerintah Prancis dengan program Read Indonesia serta Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra dari Pemerintah Indonesia. Kehadiran delegasi Prancis di MIWF tahun ini menjadi langkah awal penting dalam implementasi kerja sama tersebut,” ujar Anissa dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, (16/05).
Menurutnya, Connection Night bukan sekadar ajang perayaan budaya, melainkan ruang awal untuk membangun kolaborasi nyata antara ekosistem sastra Indonesia dan Prancis.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan melahirkan berbagai program konkret, mulai dari pertukaran budaya, penerjemahan buku, residensi penulis, hingga kolaborasi festival sastra di masa mendatang.
Indonesia dan Prancis juga menyepakati tiga agenda strategis sebagai bentuk penguatan hubungan kebudayaan kedua negara. Agenda tersebut meliputi partisipasi Indonesia dalam Le Festival du Livre de Paris 2027 dengan menghadirkan delegasi penulis dan penerbit nasional,
keterlibatan Prancis dalam Indonesia International Book Fair 2026 dan 2027, serta pengembangan skema subsidi penerjemahan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa dunia.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses karya sastra Indonesia di tingkat internasional sekaligus mempererat hubungan budaya kedua negara secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui sastra, seni, dan jejaring antarbangsa sebagai jembatan hubungan internasional.
(Red)












