Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan, PGN Ubah Sampah Plastik Jadi Kupon BBG

badge-check


					Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan, PGN Ubah Sampah Plastik Jadi Kupon BBG Perbesar

Radargempita.co.id

Ragam, – Persoalan sampah plastik di Indonesia kian memprihatinkan dan membutuhkan langkah nyata yang melibatkan berbagai pihak. Di tengah meningkatnya ancaman limbah terhadap lingkungan dan kesehatan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menghadirkan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dengan mengubah sampah plastik menjadi kupon bahan bakar gas (BBG) ramah lingkungan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 11,3 juta ton belum terkelola secara optimal. Sampah plastik menjadi salah satu persoalan terbesar karena sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

Pencemaran plastik kini telah berdampak serius terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Menurutnya, partikel mikroplastik bahkan telah ditemukan dalam aliran darah manusia dan organ tubuh akibat rantai konsumsi makanan serta minuman yang terkontaminasi.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, PGN menggelar program Rumah Hijau Nusantara pada 6 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terkait pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Al Bustaniyah dan Kertabumi Recycle Center.

Foto: Krisdyan Widagdo Adhi, Division Head, Corporate Social Responsibility PGN, menyampaikan komitmen Perusahaan Gas Negara untuk mengombinasikan program lingkungan melalui pengurangan dan pengolahan sampah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar turut berkontribusi.

Division Head Corporate Social Responsibility PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan program tersebut dirancang untuk menggabungkan pengurangan sampah dengan pelibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Program lingkungan tidak hanya soal mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana mengajak seluruh stakeholder ikut berkontribusi,” ujar Krisdyan, dikutip National Geographic, Kamis (21/05).

Melalui kerja sama itu, berbagai limbah anorganik dari lingkungan kantor PGN seperti plastik, kertas, hingga sampah elektronik akan dipilah dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari suvenir hingga furnitur.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pengurangan sampah dari sumbernya, terutama setelah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang mulai membatasi penerimaan sampah hanya untuk kategori residu sejak Agustus 2025.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kertabumi Recycle Center, Ikbal Alexander, menilai persoalan utama sampah bukan hanya terletak pada teknologi, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengelola limbah sehari-hari.

PGN juga mulai memperkuat pengelolaan sampah di lingkungan kerja. Department Head Facility Management PGN, Santika Budhi Utami, mengatakan perusahaan akan meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah serta memperluas edukasi bagi karyawan, termasuk pengelolaan sampah organik untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih hijau.

Sementara itu, Kepala Divisi Sustainability PGN, Erick Taufan, mengungkapkan PGN telah menyusun roadmap pengurangan sampah dalam tiga tahap hingga 2034. Pada fase awal 2025–2026, perusahaan menargetkan pengurangan sampah sebesar 40 hingga 45 persen.

Foto: PGN menjelaskan mekanisme penukaran botol plastik yang dapat ditukar dengan kupon diskon pengisian BBG. Melalui program ini, pengemudi bajaj gas tidak hanya berperan dalam penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga turut membantu mengurangi timbunan sampah botol plastik.

Program ini juga menyasar komunitas transportasi melalui kerja sama dengan Komunitas Bajaj Gas (KOBAGAS) dan Komunitas Mobil Gas (KOMOGAS). Para pengemudi diajak mengumpulkan botol plastik untuk ditukarkan menjadi kupon BBG di SPBG PGN Ketapang.

Setiap botol plastik dihargai Rp400 dan dapat dikonversi menjadi kupon pengisian BBG. Dalam program rutin, 30 botol plastik dapat ditukar dengan kupon senilai Rp. 12 ribu. Khusus peringatan HUT PGN ke-61, sebanyak 61 botol plastik dapat ditukar menjadi kupon senilai Rp. 24 ribu.

Menariknya, gerakan ini juga melibatkan masyarakat luas, khususnya komunitas transportasi. Melalui kerja sama dengan Komunitas Bajaj Gas (KOBAGAS) dan Komunitas Mobil Gas (KOMOGAS), para pengemudi diajak mengumpulkan botol plastik yang nantinya dapat ditukar dengan kupon bahan bakar gas (BBG). Langkah ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mempromosikan BBG sebagai energi yang lebih bersih dengan emisi karbon 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM.

Senada, Ketua KOMOGAS Indonesia, Andy Lala Lumban Gaol, berharap inisiatif serupa dapat dijalankan secara berkelanjutan dan diperluas ke lebih banyak wilayah.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pelibatan masyarakat, program Rumah Hijau Nusantara dinilai menjadi salah satu contoh upaya konkret dalam menekan pencemaran sampah plastik sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

(Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Buka Peluang Periksa Budi Karya

22 Mei 2026 - 01:33 WIB

Imigrasi Jakbar Bongkar Sindikat Penipuan Online WNA China

22 Mei 2026 - 01:16 WIB

WABUP DELISERDANG JELASKAN 8 RANPERDA DI RAPAT PARIPURNA, DINILAI STRATEGIS UNTUK PEMBANGUNAN

21 Mei 2026 - 16:42 WIB

Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Benteng Moral Dan Pelopor Persatuan di Deli Serdang

21 Mei 2026 - 15:19 WIB

Sidak Pasar dan Swalayan, Sekdakab Deli Serdang Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Iduladha

21 Mei 2026 - 14:57 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan