Radargempita.co.id
SUKABUMI, — Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango via Selabintana dikenal sebagai “jalur sunyi” yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pendaki. Dibandingkan jalur populer seperti Cibodas dan Gunung Putri, Selabintana relatif sepi dan minim lalu lintas pendaki.

Karakter jalur ini didominasi hutan hujan tropis yang rapat dengan vegetasi lebat, akar-akar besar, serta jalur tanah yang lembap. Kondisi tersebut membuat suasana terasa teduh dan sejuk, namun kontur yang terus menanjak menjadikan trek cukup menguras tenaga.
Perjalanan dari basecamp Selabintana menuju kawasan Surya Kencana umumnya memakan waktu sekitar 7 hingga 9 jam, dengan jarak tempuh berkisar 9–11 kilometer.
Meski tidak terlalu jauh secara jarak, medan yang panjang dan konsisten menanjak membuat jalur ini dinilai lebih berat dibandingkan jalur lainnya.
Daya tarik utama Selabintana terletak pada keaslian alamnya. Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi pepohonan tinggi, suara satwa liar, serta suasana yang relatif sunyi.
Kondisi ini menjadikan jalur tersebut diminati pendaki yang mencari ketenangan dan pengalaman pendakian yang lebih reflektif.
Namun, tingkat kesunyian jalur juga menjadi tantangan tersendiri.
Pendaki dituntut memiliki kesiapan fisik, kemampuan navigasi, serta logistik yang memadai. Jalur ini tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula tanpa pendamping berpengalaman.
Setelah menempuh perjalanan panjang, pendaki akan tiba di Surya Kencana, hamparan savana luas yang dikenal dengan bunga edelweiss.
Lanskap padang terbuka ini menjadi kontras dengan hutan lebat yang dilalui sebelumnya, sekaligus menjadi “imbalan” atas perjalanan yang melelahkan.
Secara keseluruhan, jalur Selabintana bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan bagi pendaki yang menginginkan tantangan lebih, suasana sunyi, serta pengalaman pendakian yang autentik dan mendalam.
(Lie)












