Radargempta.co.id
Jakarta, – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Sinkronisasi Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Ruang M.H Thamrin, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Blok A Lantai 2, Jalan Kembangan Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (13/05).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kejaksaan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Acara berlangsung tertib dan aman hingga selesai pada pukul 11.40 WIB.
Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di wilayah Jakarta Barat.

Foto: Istimewa
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Kodim 0503/Jakarta Barat Mayor Kav Tri Atmojo, perwakilan Kapolres Metro Jakarta Barat Kompol Agung, unsur Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Plt Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat Holi Sutanso, para kepala suku dinas, camat, lurah, Satpol PP, serta sejumlah tokoh agama dan organisasi masyarakat.
Turut hadir Ketua MUI Jakarta Barat KH Abdurrahman Soheh, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jakarta Barat KH Zaenal Arifin, Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim, Ketua PD Muhammadiyah Jakarta Barat H. Narmada, hingga perwakilan Forum Majelis Taklim dan komunitas ustadzah di Jakarta Barat.

Foto: Istimewa
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemaparan materi, sambutan, doa, dan penutupan.
Dalam sambutannya, Holi Sutanso menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Menurutnya, pola pendidikan dan pengasuhan di rumah sangat memengaruhi perilaku serta masa depan generasi muda.
Ia juga menyoroti maraknya aksi tawuran pelajar yang dinilai merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Holi mengingatkan bahwa kekerasan bukan solusi dalam menyelesaikan persoalan.
“Tawuran hanya membawa dampak buruk, mulai dari cedera serius, ancaman pidana, hingga hilangnya masa depan anak-anak. Karena itu, pendidikan karakter, dialog, dan kegiatan positif harus terus diperkuat,” ujar Holi, Rabu (13/05).
Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap kegiatan sinkronisasi ini dapat memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan berorientasi pada pembentukan generasi muda yang berprestasi serta berakhlak baik.
(Sandi Yudha)












