Radargempita.co.id
Bandarlampung, — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Tahapan persiapan kini memasuki fase krusial, dengan penekanan pada aspek teknis, administratif, dan konsolidasi internal organisasi.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyatakan bahwa proses persiapan berjalan sesuai rencana. Panitia kecil telah dibentuk untuk merampungkan kebutuhan teknis, termasuk penyusunan struktur kepanitiaan secara menyeluruh.
“Persiapan menuju Muktamar ke-35 terus berjalan dan kini memasuki tahap pematangan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, dikutip Antara, Senin (27/04).
Salah satu fokus utama, lanjutnya, adalah penyelesaian administrasi kepengurusan, khususnya penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi pengurus wilayah dan cabang yang akan menjadi peserta muktamar.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan legitimasi peserta dalam forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi.
Untuk mempercepat proses tersebut, PBNU membentuk tim panel yang diketuai oleh Muhammad Nuh. Tim ini bertugas melakukan verifikasi dan penuntasan SK guna menjamin seluruh peserta memiliki legalitas yang sah sebelum pelaksanaan muktamar.
Gus Ipul juga mengimbau pengurus wilayah dan cabang agar segera melengkapi persyaratan administrasi serta kesiapan teknis lainnya guna menghindari hambatan di tahap akhir persiapan.
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum, Moh Mukri, menegaskan bahwa tim panel turut melakukan penelaahan terhadap dinamika internal organisasi.
Langkah ini mencakup penyelarasan berbagai keputusan sebelumnya agar proses muktamar berlangsung kondusif dan terhindar dari potensi konflik internal.
“PBNU menargetkan seluruh tahapan persiapan rampung tepat waktu sehingga Muktamar ke-35 dapat digelar secara lancar. Rencananya, forum lima tahunan tersebut akan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026, sementara lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan dan konsultasi pimpinan,” ujar Moh Mukri.
Muktamar NU merupakan forum strategis yang tidak hanya menentukan arah kebijakan organisasi, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap dinamika sosial dan politik nasional.
“Oleh karena itu, kesiapan administratif dan soliditas internal menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaannya,” pungkasnya.
(A. Tarigan)











