Radargempita.co.id
Manokwari Utara, Papua Barat, — Di tengah padatnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 oleh Kodim 1801/Manokwari, terselip potret kebersamaan antara prajurit dan warga di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara.


Foto Istimewa
Sejumlah anggota Satgas TMMD tampak duduk bersisian dengan warga, menyantap nasi bungkus di bawah rindangnya pepohonan.
Tanpa meja dan tanpa protokol, suasana berlangsung sederhana—diwarnai canda, obrolan ringan, dan keakraban yang mencairkan sekat antara aparat dan masyarakat.
Momen tersebut tidak sekadar menjadi waktu istirahat, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan TMMD.

Foto: Istimewa
Interaksi langsung di ruang informal dinilai mampu memperkuat kedekatan emosional serta membangun kepercayaan antara TNI dan warga setempat.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Kapten Inf. Pius Huik, mengatakan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial.
“Kami hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga untuk membangun kebersamaan dan kepercayaan dengan masyarakat,” ujar Kapten Inf. Pius Huik, pada Jum’at (1/05).
Warga Kampung Tanah Rubuh menyambut positif kehadiran Satgas TMMD. Selain pembangunan infrastruktur, mereka merasakan dampak nonfisik berupa meningkatnya semangat kebersamaan dan dukungan moril dalam kehidupan sehari-hari.
Program TMMD selama ini dikenal sebagai upaya terpadu TNI bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Namun, di lapangan, interaksi sosial seperti ini menjadi bagian penting yang memperkuat keberhasilan program secara menyeluruh.
Meski sederhana dan tak tercatat dalam indikator formal pembangunan, momen kebersamaan tersebut menjadi representasi nilai utama TMMD—yakni kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa.
(Lie)











