Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Pangdam Jaya yang Pernah Bongkar Dugaan Jaringan Mata-Mata Uni Soviet

badge-check


					Pangdam Jaya yang Pernah Bongkar Dugaan Jaringan Mata-Mata Uni Soviet Perbesar

Radargempita.co.id

Sejarah, – Nama Letnan Jenderal TNI (Purn.) Norman Sasono tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Polisi Militer TNI Angkatan Darat. Sepanjang karier militernya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Panglima Kodam V/Jaya, dan dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam bidang pengamanan serta penegakan hukum militer.

Norman Sasono lahir di Malang, Hindia Belanda, pada 21 September 1927. Ia memulai pengabdiannya kepada negara setelah menempuh pendidikan di Akademi Militer Malang pada 1945, di masa awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kariernya berkembang di lingkungan Corps Polisi Militer (CPM). Berbagai jabatan penting diembannya sebelum mendapat kepercayaan memimpin Satuan Tugas Polisi Militer Angkatan Darat (Satgas Pomad/Para) pada 1966, yang dibentuk setelah pembubaran Resimen Tjakrabirawa untuk mengambil alih tugas pengawalan dan pengamanan Presiden Republik Indonesia.

Norman memimpin satuan tersebut hingga 1972. Setelah itu, kariernya terus menanjak dengan menjabat Kepala Staf Kodam V/Jaya pada 1974, Panglima Kodam XII/Tanjungpura pada 1976, dan kemudian Panglima Kodam V/Jaya mulai Oktober 1977.

Salah satu peristiwa yang kerap dikaitkan dengan kepemimpinannya di Kodam Jaya adalah pengungkapan dugaan aktivitas spionase yang melibatkan seorang asisten atase militer Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta pada Februari 1982. Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, aparat berhasil mengamankan pihak yang diduga terlibat saat berlangsung transaksi dokumen rahasia yang berkaitan dengan kemaritiman Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus kontraintelijen yang banyak dikenang pada era Perang Dingin.

Norman Sasono mengakhiri masa dinasnya dengan pangkat Letnan Jenderal TNI. Setelah pensiun, ia menjalani kehidupan bersama keluarga hingga wafat di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, pada 20 November 1997. Jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Jejak pengabdiannya turut diteruskan oleh putranya, Marciano Norman, yang juga meniti karier militer hingga dipercaya menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Pangdam Jaya, serta mengemban berbagai jabatan strategis lainnya.

Kisah pengabdian Letjen TNI Norman Sasono menjadi bagian dari sejarah militer Indonesia, khususnya dalam bidang Polisi Militer, pengamanan VVIP, dan kontraintelijen pada masa awal perkembangan keamanan nasional.

 

(Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Razia Narkoba di Kafe Patumbak Dihadang Massa, Empat Orang Ditahan, Dua Lainnya Masih Diburu

30 Juni 2026 - 17:25 WIB

Standar Pelayanan LRT Jabodebek Jadi Referensi Peningkatan Layanan Transportasi Publik

30 Juni 2026 - 13:38 WIB

Polres Batu Bara Amankan Enam Tersangka Narkoba, Salah Satunya Anak di Bawah Umur

30 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pahlawan Sunyi di Balik Proklamasi: Djiaw Kie Siong Pertaruhkan Nyawa Demi Republik

30 Juni 2026 - 11:41 WIB

Koramil Grogol Petamburan Gelar Nobar Piala Dunia 2026,

30 Juni 2026 - 07:27 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan