Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Breaking News

Mengapa Sungai Amazon Belum Tersentuh Jembatan? 

badge-check


					Mengapa Sungai Amazon Belum Tersentuh Jembatan?  Perbesar

Radargempita.co.id

Alam, – Sungai Amazon dikenal sebagai salah satu sungai terpanjang dan terbesar di dunia, membentang sekitar 6.400 kilometer melintasi Peru, Kolombia, dan Brasil.

Meski memiliki peran vital dalam ekosistem global, hingga kini belum ada satu pun jembatan yang secara resmi melintasi batang utama sungai tersebut.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa sungai sebesar Amazon belum tersentuh pembangunan jembatan, di tengah kemampuan manusia merekayasa infrastruktur berskala besar?

Foto: Sungai Amazon (Google)

Sejumlah pakar menyebut, faktor utama bukan semata keterbatasan teknologi, melainkan minimnya kebutuhan nyata.

Wilayah hutan hujan Amazon dikenal memiliki kepadatan penduduk rendah serta keterbatasan infrastruktur darat.

Aktivitas transportasi masyarakat lebih banyak bergantung pada jalur sungai, sehingga kebutuhan jembatan dinilai tidak mendesak.

Selain itu, tantangan teknis dan lingkungan menjadi hambatan serius.

Curah hujan tinggi—mencapai 1.500 hingga 3.000 milimeter per tahun—menyebabkan fluktuasi tinggi muka air hingga sembilan meter di sejumlah wilayah.

Foto: Istimewa (Google)

Lebar sungai pun sangat bervariasi, mulai dari dua hingga 10 kilometer, bahkan dapat melebar hingga puluhan kilometer saat musim hujan.

Kondisi tersebut diperparah oleh arus sungai yang membawa material besar, termasuk pulau vegetasi terapung atau matupás, yang berpotensi merusak struktur bangunan.

Di sisi lain, karakter tanah yang lunak dan tidak stabil menyulitkan pembangunan fondasi jangka panjang.

Upaya pembangunan infrastruktur di kawasan Amazon juga kerap menghadapi kendala pemeliharaan.

Contohnya adalah Jalan Raya BR-319 yang menghubungkan Manaus dan Porto Velho. Dibangun pada 1970-an, jalur ini akhirnya terbengkalai karena biaya perawatan tinggi dan kerusakan cepat akibat kondisi alam.

Satu-satunya infrastruktur yang mendekati konsep jembatan Amazon adalah Jembatan Jurnalis Phelippe Daou di dekat Manaus.

Namun, jembatan tersebut melintasi Sungai Rio Negro—anak sungai Amazon—bukan aliran utamanya.

Pembangunannya pun menuai kontroversi karena dikhawatirkan memicu deforestasi serta dinilai minim manfaat ekonomi.

Di sisi lain, rencana pembangunan jembatan yang pernah digagas oleh mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, tidak pernah terealisasi.

Proyek tersebut sempat menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur besar di kawasan Amazon, namun menghadapi berbagai tantangan, baik teknis maupun lingkungan.

Dengan kombinasi antara minimnya kebutuhan, kompleksitas teknis, serta risiko ekologis yang tinggi, pembangunan jembatan di atas Sungai Amazon hingga kini belum menjadi prioritas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua wilayah memerlukan intervensi infrastruktur besar, terutama ketika faktor alam dan keberlanjutan menjadi pertimbangan utama.

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengembalian TKD Terbesar Rp6 Triliun Diterima Sumut, Juga Penyumbang Hibah Terbesar Rp260 Miliar

26 Mei 2026 - 07:32 WIB

Paya Bakung United Siap Hadapi Liga 4 Piala Presiden – Imbang Lawan Timor Leste U19

26 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkab Deli Serdang Tekankan Sinergi Agar Pengosongan Lahan Bendungan Lau Simeme Berjalan Tertib

26 Mei 2026 - 06:49 WIB

Viral! Dugaan Pungli Uang Perpisahan di SDN 02 Cirendeu Terungkap

25 Mei 2026 - 19:34 WIB

Pemkab Deli Serdang Jelaskan 8 Ranperda: Aset, Pajak, Pesantren, hingga Pemekaran Kecamatan

25 Mei 2026 - 18:35 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan