RADARGEMPITA.CO.ID | MEDAN – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Barisan Muda Karo (DPP-PBK) Jesaya Tarigan menyesalkan dan kecewa dengan sikap keluarga pelaku penganiayaan brutal PS Cs yang terus menyebarkan informasi hoaks serta sengaja memframing pemberitaan untuk mengaburkan fakta kasus.
Sebagai penjamin PS saat ditangguhkan, Jesaya menyatakan pihak PS dan keluarganya tidak menghormati kesepakatan dengan Polrestabes Medan. “Harusnya PS dan keluarganya menghormati apa yang sudah mereka sepakati saat PS ditangguhkan,” ujarnya.

Kasus penganiayaan brutal yang dilakukan PS, LS, WOP, dan SP kini memasuki sidang pra peradilan (Prapid) di Pengadilan Negeri Medan. Dalam sidang terungkap bahwa PS dan keluarga sempat meminta uang damai sebesar Rp250 juta kepada keluarga pelaku pencurian ponsel, serta mengancam saksi Putri Mutiara Hati untuk mengganti kerugian jika pencuri tidak ditemukan.
Saksi Yoga Alfiansyah menyaksikan langsung pemukulan dilakukan secara bersama-sama. Ia juga menyebutkan bahwa Persadaan Putra Sembiring mengaku sebagai aparat kepolisian sambil membawa map saat kejadian. (Tim)












