Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Breaking News

Hari Laut Sedunia: Menjaga Karbon Biru, Menjaga Masa Depan Pesisir Indonesia

badge-check


					Hari Laut Sedunia: Menjaga Karbon Biru, Menjaga Masa Depan Pesisir Indonesia Perbesar

Radargempita.co.id

Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap 8 Juni menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pelestarian ekosistem laut. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukan hanya sumber pangan dan penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim global.

Selain menghasilkan sebagian besar oksigen di bumi dan menopang kehidupan masyarakat pesisir, laut menyimpan potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim melalui ekosistem karbon biru (blue carbon). Potensi ini menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam upaya global menekan laju pemanasan bumi.

Karbon Biru dan Peran Penting Ekosistem Pesisir

Karbon biru merupakan karbon dioksida yang diserap, disimpan, dan diikat oleh ekosistem pesisir dan laut seperti hutan mangrove, padang lamun, serta rawa garam. Ekosistem tersebut berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang menyimpan karbon dalam biomassa tumbuhan dan lapisan sedimen selama puluhan hingga ratusan tahun.

Proses penyimpanan karbon tidak terlepas dari peran mikroorganisme laut. Bakteri dan jamur membantu menguraikan sisa organisme menjadi karbon organik yang kemudian tersimpan di dasar perairan. Para ilmuwan menilai mikroorganisme memiliki peran sentral dalam menentukan apakah karbon akan tetap tersimpan atau kembali dilepaskan ke atmosfer sebagai emisi.

Salah satu kelompok mikroba yang berperan dalam siklus karbon global adalah SAR11, jenis plankton laut yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Meski hanya mencakup sebagian kecil wilayah lautan, ekosistem pesisir penyimpan karbon biru menyimpan porsi besar karbon yang terkubur di sedimen laut dunia.

Foto: Hamparan lamun menjadi tempat berlindung bagi moluska, ikan, cumi-cumi, dan krustasea kecil, dan sering berfungsi sebagai tempat mencari makan bagi penyu laut. Secara global, terdapat 72 spesies lamun yang berbeda.

Potensi Besar Indonesia

Indonesia memiliki salah satu cadangan karbon biru terbesar di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2021, luas hutan mangrove Indonesia mencapai lebih dari 3,3 juta hektare atau sekitar 20 persen dari total mangrove dunia.

Selain berfungsi menyerap karbon, mangrove juga menjadi pelindung alami pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, tsunami, serta intrusi air laut. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut.

Di sektor lamun, Indonesia tercatat memiliki padang lamun terluas kedua di dunia setelah Australia dengan luas sekitar 860 ribu hektare. Lamun berperan penting sebagai indikator kesehatan perairan pesisir dan diyakini mampu menyerap karbon jauh lebih cepat dibandingkan hutan tropis daratan.

Besarnya potensi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kunci dalam pengembangan ekonomi karbon berbasis ekosistem pesisir.

Ancaman Kerusakan dan Perubahan Iklim

Di tengah potensinya yang besar, ekosistem karbon biru Indonesia menghadapi berbagai tekanan. Alih fungsi kawasan pesisir untuk pembangunan, aktivitas manusia, pencemaran, hingga perubahan tata ruang terus mengancam keberlanjutan mangrove dan lamun.

Ancaman lain datang dari perubahan iklim, termasuk kenaikan muka air laut yang dapat mengubah tingkat salinitas perairan dan mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang berperan dalam penyimpanan karbon.

Para peneliti mengingatkan bahwa hilangnya vegetasi pesisir berpotensi mengubah kawasan penyimpan karbon menjadi sumber emisi baru. Kondisi tersebut dapat memperburuk dampak perubahan iklim yang saat ini sudah dirasakan di berbagai wilayah pesisir.

Peluang Ekonomi Biru dan Tantangan Tata Kelola

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan karbon biru melalui pengembangan ekonomi biru dan skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Langkah ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional sekaligus membuka peluang investasi di sektor kelautan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkirakan potensi serapan karbon dari mangrove dan lamun yang berada dalam kewenangannya mencapai sekitar 10 juta ton CO₂ ekuivalen per tahun. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam perdagangan karbon dan penguatan posisi Indonesia dalam diplomasi iklim global.

Untuk mendukung pengelolaannya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang mengatur sistem registrasi karbon nasional. Regulasi ini membuka peluang pengembangan proyek karbon lintas sektor dalam satu kawasan.

Namun, sejumlah tantangan masih membayangi implementasinya. Pengelolaan mangrove dan ekosistem pesisir masih melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, sehingga koordinasi lintas sektor menjadi faktor krusial. Investor juga masih menyoroti kepastian regulasi, mekanisme pengukuran manfaat karbon, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek-proyek karbon biru.

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Peringatan Hari Laut Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian laut tidak hanya berkaitan dengan menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga menyangkut masa depan iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan kekayaan mangrove dan lamun yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin dunia dalam pengelolaan karbon biru. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan melalui perlindungan ekosistem yang konsisten, tata kelola yang terintegrasi, serta pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat yang selama ini menjadi penjaga terdepan kawasan pesisir.

Menjaga karbon biru pada hakikatnya adalah menjaga laut, menjaga iklim, dan menjaga masa depan Indonesia.

 

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk bagi Pemegang KTP Jakarta

13 Juni 2026 - 17:52 WIB

Mengapa Badai Tropis Tidak Pernah Melintasi Garis Khatulistiwa?

13 Juni 2026 - 11:50 WIB

KECEWA! SMAN 5 Binjai Belum Kirim Surat Permohonan, Sudah Ada Berita Tuduhan Minta Dana – Akan Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 - 09:41 WIB

SENGKETA PEMILIHAN KEPALA DESA SIDOHARJO 1-JATI BARU : DPT Telah Disahkan Bersama Seluruh Calon Persoalan Dinyatakan Tidak Relevan Dipersoalkan Kembali

13 Juni 2026 - 08:54 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap 58 Kasus Narkotika, Sita Ribuan Gram Sabu dan Obat Terlarang

12 Juni 2026 - 18:45 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan