Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Breaking News

Gurun Gobi. Lanskap Gersang dengan Suhu Ekstrem, Mengapa Dijuluki “Gurun Dingin”?

badge-check


					Gurun Gobi. Lanskap Gersang dengan Suhu Ekstrem, Mengapa Dijuluki “Gurun Dingin”? Perbesar

Radargempita.co.id

Mongolia–Tiongkok, — Gurun Gobi dikenal sebagai salah satu bentang alam paling ekstrem di dunia. Terhampar di wilayah Mongolia selatan hingga Tiongkok barat laut, gurun ini membentang sekitar 1.600 kilometer dengan luas mencapai 1,3 juta kilometer persegi, menjadikannya salah satu gurun terbesar di Bumi.

Berbeda dari citra umum gurun yang identik dengan lautan pasir, Gobi didominasi hamparan batuan tandus.

Area berpasir hanya mencakup sekitar lima persen dari keseluruhan wilayah, meskipun gurun ini memiliki fitur ikonik seperti Bukit Pasir Khongor—salah satu bukit pasir terbesar di dunia.

Secara geografis, Gobi diapit sejumlah pegunungan besar, di antaranya Pegunungan Altai di utara dan sistem pegunungan di selatan yang membatasi aliran udara lembap. Posisi ini turut membentuk karakter iklimnya yang kering ekstrem.

Julukan “Gurun Dingin” dan Iklim Ekstrem
Gobi mendapat sebutan “gurun dingin” bukan tanpa alasan.

Foto: Istimewa

Mengacu pada kajian Encyclopaedia Britannica, wilayah ini mengalami musim dingin panjang dengan suhu yang dapat merosot hingga di bawah −40 derajat Celsius. Sebaliknya, pada musim panas suhu siang hari dapat melampaui 40 derajat Celsius.

Kontras suhu yang tajam ini dipicu oleh letak Gobi yang berada jauh dari pengaruh laut serta berada di ketinggian relatif tinggi.

Selain itu, paparan massa udara dingin dari Siberia membawa angin beku, salju, dan embun es selama musim dingin.

Curah hujan tahunan di Gobi tergolong sangat rendah, umumnya di bawah 200 milimeter. Uniknya, sebagian besar presipitasi justru turun dalam bentuk salju, bukan hujan, sehingga memperkuat karakter “dingin” gurun ini.

Faktor lain adalah efek bayangan hujan dari Pegunungan Himalaya yang menghalangi masuknya uap air dari Samudra Hindia.

Foto: Istimewa

Ekosistem Tangguh di Lingkungan Ekstrem
Kondisi dingin dan kering membentuk ekosistem unik dengan tingkat adaptasi tinggi.

Vegetasi di Gobi umumnya berupa semak tahan kering, seperti tanaman nitrat dan rumput gurun, dengan kepadatan yang rendah.

Di wilayah semi-gurun, keragaman vegetasi sedikit lebih tinggi.

Gobi juga menjadi habitat bagi sejumlah satwa langka, termasuk unta Bactrian, gazel, serta predator seperti macan tutul salju.

Selain itu, terdapat spesies yang terancam punah seperti beruang coklat Gobi dan keledai liar Asia (khulan).

Namun, tekanan terhadap ekosistem terus meningkat. Ekspansi pertambangan dan pembangunan infrastruktur dalam beberapa dekade terakhir mempercepat degradasi habitat.

Data menunjukkan sebagian wilayah Gobi telah dialokasikan untuk eksplorasi mineral, memicu kekhawatiran terhadap kelestarian satwa liar.

Lanskap Unik dengan Tantangan Masa Depan
Selain kekayaan ekologisnya, Gobi juga dihuni komunitas nomaden Mongolia yang telah lama beradaptasi dengan kondisi ekstrem melalui pola hidup berpindah mengikuti musim.

Dengan kombinasi suhu ekstrem, curah hujan minim, serta tekanan aktivitas manusia, Gurun Gobi tidak hanya menjadi simbol ketangguhan alam, tetapi juga menghadapi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan lingkungannya di masa depan.

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Bergerak, Desa Bergema! Karang Taruna Buntu Bedimbar Tunjukkan Peran Besar di Gebyar AKBAR

30 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

30 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Car Free Night Lubuk Pakam Semarak: Eksibisi Tinju Tampilkan Potensi Pemuda, Bupati Janji Sediakan Ring Resmi

30 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Babinsa Sukabumi Selatan Koramil 05/KJ Perkuat Sinergi Security PT AMS, Dorong Warga Aktif Jaga Kamtibmas

30 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Satgas Sampah Koramil 05/Kebon Jeruk Perkuat Penanganan Darurat Sampah di Sukabumi Selatan

30 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan