Radargempita.co.id
Papua Selatan, — Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Yudha Airlangga, meninjau langsung kesiapan pelaksanaan evakuasi korban meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Peninjauan dilakukan dengan mendatangi sejumlah pos personel satuan tugas (Satgas) guna memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta dukungan operasional yang akan digunakan dalam proses evakuasi di wilayah pedalaman Korowai.
Dalam kegiatan tersebut, Pangkoops TNI Habema melakukan pengecekan terhadap kondisi personel, kesiapan pos, alat komunikasi, hingga materiil pendukung lainnya. Ia juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar tetap mengedepankan profesionalisme, kewaspadaan, dan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.
“Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, serta utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap pergerakan,” ujar Mayjen TNI Yudha Airlangga, Jum’at (22/05).
Proses persiapan evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif bersama jajaran TNI, unsur pendukung penerbangan, serta personel gabungan yang akan diterjunkan ke lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi geografis Korowai yang berada di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, medan berat, serta cuaca yang kerap berubah ekstrem.
Pangkoops TNI Habema menegaskan bahwa evakuasi korban menjadi prioritas utama sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam penanganan kemanusiaan dan perlindungan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami memastikan seluruh personel dan alutsista pendukung dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak,” tegasnya.
Selain fokus pada proses evakuasi, personel gabungan TNI juga meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan di wilayah Yahukimo guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian serta proses identifikasi korban. Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan mendukung upaya kemanusiaan di wilayah Papua.
(Lie)












