Radargempita.co.id
Lanny Jaya, – Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di kawasan Kampung Toemalo, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (7/06).

Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan terus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun personel Satgas di lapangan, ledakan terjadi saat sejumlah warga dari Kampung Toemalo, Kampung Mbu, dan Kampung Wunabunggu melakukan aktivitas mencari serta membakar kelapa hutan di kawasan yang disebut sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang dipimpin Purom Okiman Wenda.
Informasi awal mengenai kejadian itu disampaikan oleh salah seorang warga, Oga Kiwo, kepada personel yang bertugas di pos keamanan setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas melakukan pengecekan lokasi, membantu warga, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti ledakan.

Foto: Istimewa
Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama Endite Wea (18), warga Kampung Mbu, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat ledakan yang terjadi.
Menanggapi beredarnya informasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan aparat keamanan, Satgas Koops TNI Habema bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat melakukan komunikasi dan mediasi dengan warga. Berdasarkan hasil penjelasan yang disampaikan kepada masyarakat, pihak TNI menyatakan tidak terdapat aktivitas personel di lokasi maupun di sekitar area kejadian saat ledakan berlangsung.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan lokasi ledakan berada di kawasan yang sebelumnya diketahui sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya. Berdasarkan pengamatan awal terhadap karakteristik ledakan dan kondisi lokasi, terdapat dugaan sumber ledakan berasal dari sisa bahan peledak atau munisi yang tertinggal di area tersebut.
“Kami turut berduka atas peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kawasan bekas markas kelompok bersenjata yang diduga masih menyimpan sisa bahan peledak berbahaya,” ujar Wirya pada Minggu.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat juga mengapresiasi respons cepat personel Satgas Koops TNI Habema dalam membantu penanganan pascakejadian serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Hingga kini, aparat bersama masyarakat masih melakukan pemantauan dan pendalaman di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan wilayah serta mengantisipasi kemungkinan adanya sisa bahan berbahaya lain yang dapat mengancam keselamatan warga.
Penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak terkait.
(Red)












