Radargempita.co.id
Sejarah, – Yogyakarta, 10 Juli 1949 — Panglima Besar Jenderal Soedirman kembali ke Yogyakarta setelah memimpin perang gerilya selama sekitar tujuh bulan dalam masa Agresi Militer Belanda.

Kepulangannya menandai berakhirnya fase penting perlawanan bersenjata Republik di tengah tekanan militer Belanda.
Dalam kondisi sakit parah, Soedirman ditandu oleh para pengikutnya saat turun dari pegunungan menuju ibu kota perjuangan.
Momen tersebut menjadi potret keteguhan seorang pemimpin militer yang tetap memimpin perlawanan meski kondisi fisiknya terus menurun.
Pemerintah mengutus Soeharto, saat itu menjabat Komandan Brigade X/Wehrkreise III, untuk menjemput Soedirman dari wilayah gerilya.
Sejumlah wartawan turut dibawa guna mendokumentasikan kepulangan sang panglima sebagai bagian dari catatan sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kembalinya Soedirman ke Yogyakarta bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol ketahanan dan legitimasi Republik Indonesia di hadapan tekanan kolonial.
(Sandi Yudha)












