Radargempita.co.id
JAKARTA, – Asosiasi Klub Logistik Indonesia (KLUB LOGINDO ) yang menaungi sejumlah perusahaan jasa transportasi dan logistik mengeluhkan kesulitan yang dialami anggotanya dalam mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Keluhan ini muncul lantaran sistem pembelian menggunakan kode barcode pada aplikasi MyPertamina diduga mengalami gangguan atau error.

Ketua DPD DKI JAKARTA “ Jenminy Muljana “ dan perwakilan anggota Klub Logindo menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung selama satu pekan terakhir. Akibat sistem yang tidak berjalan normal, ribuan armada truk kesulitan mengisi bahan bakar, yang pada akhirnya mengganggu kelancaran distribusi barang dan aktivitas operasional perusahaan.
“Seluruh kendaraan truk anggota kami mengalami kesulitan serius mendapatkan Solar. Penyebab utamanya diduga karena sistem kode barcode MyPertamina yang error,” ungkap perwakilan Klub Logindo, Rabu (23/4).
Lebih lanjut, pihak asosiasi juga menyoroti buruknya layanan pengaduan. Menurutnya, ketika pihak perusahaan mencoba menghubungi call center untuk melaporkan kendala tersebut, tidak ada respon atau jawaban yang memuaskan dari pihak pengelola.
“Kami sudah berusaha menghubungi call center terkait masalah ini, namun sayangnya sulit dihubungi. Hal ini tentu memperparah keadaan karena kendala tidak kunjung mendapat solusi,” tambahnya.
Akibat gangguan yang sudah berlangsung selama seminggu ini, Klub Logindo menilai kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan, baik dari segi waktu tunggu, keterlambatan pengiriman, hingga kerugian finansial yang dialami oleh para pengusaha truk.
Merespons situasi ini, Klub Logindo berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini. Mereka meminta agar sistem barcode dapat diperbaiki segera dan berjalan lancar kembali seperti sedia kala demi kelancaran arus logistik nasional.
“Kami meminta pemerintah dan pihak pengelola segera mengatasi persoalan teknis ini. Sistem harus bisa berjalan normal kembali agar aktivitas kami tidak terus terganggu,” pungkasnya.
(Nadillah F)












