Radargempita.co.id
JAKARTA BARAT – Koramil 03/Grogol Petamburan, Kodim 0503/Jakarta Barat menggelar kegiatan nonton bersama (nobar) pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Taman ABRI RW 04, Jalan Semangka Raya RT 002/RW 03, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (29/06) dini hari.

Acara yang dimulai pukul 02.00 WIB tersebut diikuti sekitar 35 peserta yang terdiri atas personel Koramil 03/Grogol Petamburan, Mitra Jaya, tokoh masyarakat, pemuda Kelurahan Jatipulo, pengemudi JakLingko, serta warga sekitar. Mereka bersama-sama menyaksikan pertandingan antara Afrika Selatan melawan Kanada yang berakhir dengan kemenangan Kanada 1-0.

Foto: Istimewa
Tidak hanya menyajikan tayangan sepak bola, kegiatan juga diisi dengan atraksi budaya Betawi berupa Palang Pintu dan pencak silat sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Setelah itu, peserta mengikuti sesi silaturahmi dan diskusi santai, dilanjutkan dengan nonton bersama serta makan pagi usai pertandingan.
Danramil 03/Grogol Petamburan, Mayor Kav Tri Atmojo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Foto: Istimewa
“Melalui kegiatan nobar ini, kami ingin menghadirkan ruang interaksi yang hangat dan positif antara TNI dan masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga kondusivitas wilayah sekaligus melestarikan budaya Betawi agar tetap berkembang di tengah masyarakat,” ujar Mayor Kav Tri Atmojo pada Senin.
Kegiatan tersebut dihadiri Peltu Edi Rustandi mewakili Danramil 03/Grogol Petamburan beserta jajaran Babinsa, Ketua Mitra Jaya 337 Jatipulo Sudrajat Sudrajad Athan, Ketua RW 09 Dudung, Ketua RT 02 Rusman Efendi, Ketua Pemuda Kelurahan Jatipulo Taufik, pengurus JakLingko Achyar, serta para pengemudi JakLingko dan warga setempat.
Koramil 03/Grogol Petamburan berharap kegiatan yang mengedepankan pendekatan humanis tersebut dapat terus memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.
(Redaksi)












