Radargempita.co.id
Kota Tangerang, Banten – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Pinang mengintensifkan patroli mobile dan razia stasioner pada Jumat (19/6/2026) dini hari. Kegiatan tersebut difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan terjadi aksi kejahatan jalanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pinang, IPTU Adityo Wijanarko, di Markas Komando (Mako) Polsek Pinang sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah apel, petugas bergerak melaksanakan patroli cipta kondisi dan razia stasioner di sejumlah ruas jalan yang dianggap memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran patroli dan razia antara lain Jalan Gempol Raya, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Jalan KH Hasyim Ashari, serta beberapa titik lainnya di wilayah hukum Polsek Pinang.

Foto: Istimewa
Kapolsek Pinang IPTU Adityo Wijanarko menegaskan bahwa patroli mobile dan razia stasioner akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai langkah preventif dalam menekan potensi tindak kriminalitas.
“Kami akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan razia guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat. Personel juga diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas,” ujarnya, pada Jum’at dini hari.
Selain melakukan pemantauan wilayah, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang dianggap mencurigakan serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan pada jam-jam rawan.
Menurut Adityo, Polsek Pinang berkomitmen memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat, sekaligus konsisten dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan.
Hingga kegiatan patroli dan razia berakhir pada pukul 05.30 WIB, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Pinang terpantau aman dan kondusif. Petugas tidak menemukan adanya kejadian menonjol maupun pelanggaran yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
(Red)












