Radargempita.co id
Jakarta Barat — Dinas Perhubungan melalui Unit Pengelola Perparkiran Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan penerapan sistem parkir non tunai berbasis aplikasi di area depan Mall Season City, Jakarta Barat. Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya optimalisasi pendapatan daerah dari sektor parkir.

Survei lapangan yang digelar pada Jum’at (22/05) sempat diwarnai ketegangan antara pengelola parkir lama dengan pihak perusahaan yang disiapkan untuk pengelolaan sistem baru. Meski demikian, situasi akhirnya dapat diredam setelah kedua pihak memilih menempuh jalur musyawarah.
Kasatpel Perparkiran Kota Jakarta Barat, Wendi, mengatakan survei dilakukan untuk memetakan kondisi teknis di lapangan sebelum sistem parkir berbasis teknologi diterapkan.
“Pemanfaatan teknologi melalui aplikasi sensor di area parkir depan Season City akan diterapkan. Karena itu kami melakukan survei fisik di lokasi,” ujar Wendi kepada awak media, (Jum’at).
Menurutnya, kegiatan tersebut masih sebatas tahap awal guna memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis dapat dipenuhi agar pelaksanaan nantinya berjalan sesuai aturan.

Foto: Istimewa
Survei itu turut dihadiri unsur Kelurahan, Unit Pengelola Perparkiran DKI Jakarta, PT Matahari Terbit Sejahtera, Polsek Tambora, Satpol PP Kecamatan Tambora, Satpel Perhubungan Kecamatan Tambora, Koramil Tambora, hingga tim penyiapan kerja sama penyelenggara parkir.
Ketegangan muncul saat pihak pengelola lama menyampaikan keberatan terhadap rencana pengelolaan baru. Ketua RW 05 Kelurahan Jembatan Besi, Gofur, yang selama ini mewakili pengelolaan warga, meminta pemerintah tetap mempertimbangkan aspek pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kami mengikuti aturan pemerintah daerah untuk peningkatan pendapatan daerah. Namun, potensi wilayah dan pemberdayaan warga sekitar juga harus diperhatikan, terlebih di lokasi itu terdapat Masjid Jami Al-Ikhlas yang pembangunannya masih berjalan,” kata Gofur beralibi.
Sementara itu, perwakilan PT Matahari Terbit Sejahtera yang akrab disapa Rambo mengakui masih terdapat kekurangan dalam pendekatan komunikasi di lapangan.
Ia menyebut pihaknya akan memperbaiki koordinasi dan membangun komunikasi lebih menyeluruh dengan masyarakat sekitar agar polemik tidak berlanjut.
Di sisi lain, perwakilan Satpel Perhubungan Kecamatan Tambora, Edi S, menyarankan agar pengaturan parkir sementara dilakukan terbatas satu baris hingga ada keputusan lanjutan dari pemerintah daerah.
“Untuk sementara parkir disarankan hanya satu baris sampai ada kebijakan lebih lanjut,” pungkasnya.
(Lie)












