Radargempita.co.id
Edukasi, – Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, memastikan seluruh satuan TNI Angkatan Laut di berbagai daerah menjalankan program penanaman kedelai secara serentak guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Program tersebut dilaksanakan melalui Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) TNI AL, meliputi Komando Daerah Maritim, Pangkalan TNI AL (Lanal), hingga satuan Korps Marinir di bawah koordinasi Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral).
“Program ini digerakkan melalui Satkowil TNI AL di daerah untuk memperkuat ketahanan pangan wilayah sesuai program pemerintah pusat,” ujar Tunggul kepada awak media di Jakarta, Sabtu, (23/05).
Ia menjelaskan, jajaran TNI AL memanfaatkan lahan tidur di sejumlah daerah untuk ditanami kedelai. Dalam pelaksanaannya, TNI AL tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar agar program tersebut memberi dampak ekonomi sekaligus edukasi pertanian.
Menurut Tunggul, personel TNI AL, khususnya Babinpotmar, berperan sebagai pendamping, penggerak, sekaligus penyedia fasilitas bagi masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian.
“Pengerjaan di lapangan dilakukan bersama warga agar hasilnya dapat langsung membantu perekonomian masyarakat setempat,” katanya.
TNI AL juga mencatat hasil panen yang cukup signifikan di sejumlah wilayah. Di Lampung, lahan seluas 30 hektare yang dipanen pada Oktober 2025 mampu menghasilkan sekitar empat ton kedelai per hektare. Sementara di Nganjuk, Jawa Timur, lahan seluas 400 hektare diperkirakan menghasilkan 1,5 hingga 2 ton per hektare.
Program penanaman kedelai tersebut hingga kini masih terus berjalan di berbagai daerah dengan melibatkan prajurit dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pemerintah telah membagi peran TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. TNI AD difokuskan pada sektor pertanian seperti padi dan jagung, sedangkan TNI AL mendapat tugas pengembangan kedelai.
Menurut Sjafrie, langkah itu diambil karena Indonesia masih bergantung pada impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah berharap program yang dijalankan TNI AL dapat meningkatkan kualitas dan produksi kedelai dalam negeri sehingga ketergantungan impor dapat ditekan.
(Nadilla. F)












