Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Polda NTB Dalami Dugaan Aliran Dana Kasus 17 Kg Sabu

badge-check


					Polda NTB Dalami Dugaan Aliran Dana Kasus 17 Kg Sabu Perbesar

Radargempita.co.id

Hukum, – Polda Nusa Tenggara Barat masih mendalami dugaan aliran uang dalam kasus peredaran 17 kilogram sabu yang diduga menyeret nama mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro. Polisi menegaskan proses pembuktian dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan alat bukti yang kuat.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj, mengatakan informasi mengenai dugaan aliran dana tersebut masih sebatas keterangan awal dan perlu diverifikasi lebih lanjut dalam proses penyidikan.

“Itu nanti kita dalami. Itu baru omongan mereka,” ujar Roman di Mataram, Jumat (22/05).

Menurut Roman, informasi mengenai peredaran 17 kilogram sabu muncul sebelum penangkapan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, Malaungi, dalam perkara narkotika dengan barang bukti setengah kilogram sabu yang disebut terkait jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin.

Penyidik, kata dia, saat ini fokus pada perkara yang telah memiliki barang bukti dan dasar hukum yang jelas. Karena itu, pengembangan kasus dugaan peredaran 17 kilogram sabu membutuhkan waktu dan pengumpulan alat bukti tambahan.

“Yang jelas kami tangani saat ini adalah perkara yang ada barang buktinya,” kata Roman.

Dugaan adanya aliran dana dari peredaran sabu tersebut sebelumnya diungkap jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi NTB, Budi Muklish, saat meneliti berkas perkara narkotika yang melibatkan Didik Putra Kuncoro dan delapan tersangka lainnya.

Jaksa menyatakan seluruh berkas perkara sempat dikembalikan kepada penyidik kepolisian untuk dilengkapi, terutama terkait penerapan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurut Budi Muklish, penyidik sebelumnya hanya menerapkan pasal kepemilikan narkotika sehingga dinilai belum cukup untuk menjerat para tersangka dengan dugaan pencucian uang.

Jaksa kemudian meminta penyidik mengembangkan perkara ke dugaan TPPU dengan menambahkan pasal terkait peredaran narkotika. Langkah itu dinilai penting karena terdapat indikasi aliran dana hasil peredaran narkoba yang diduga mengalir secara terstruktur.

Budi juga mengungkap adanya dugaan setoran uang dari peredaran 17 kilogram sabu dengan nilai mencapai Rp150 juta per kilogram. Namun, hingga kini, dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman penyidik dan belum dipastikan melalui putusan hukum.

 

(Abdulrahman. T)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lumbung Pangan Terpadu Maluku Utara Didorong Jadi Pusat Ketahanan Pangan Indonesia Timur

1 September 2026 - 06:58 WIB

Patroli Malam Koramil 05/Kebon Jeruk Sasar Titik Rawan, Antisipasi Tawuran hingga Balap Liar

31 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Perkuat Keamanan Lingkungan, Babinsa Koramil Kebon Jeruk Dorong Warga Aktifkan Siskamling

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026

31 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan