Radargempita.co.id
Sejarah, – Pada periode 1967 hingga wafat pada 1970, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menjalani masa-masa paling berat dalam hidupnya setelah kekuasaan politiknya berakhir di tengah pergolakan nasional pasca 1965.

Sang proklamator yang memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia itu ditempatkan dalam status tahanan rumah di Wisma Yaso, Jakarta. Dalam masa pengasingan tersebut, aktivitas dan komunikasi Bung Karno sangat dibatasi.
Ia disebut tidak leluasa mengakses informasi dari luar, termasuk membaca surat kabar maupun mendengarkan radio, serta dibatasi untuk bertemu keluarga dan kerabat dekat.
Di tengah kondisi itu, kesehatan Bung Karno terus menurun akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Sejumlah catatan sejarah menyebut penanganan medis terhadapnya berlangsung terbatas di tengah situasi politik saat itu.
Kondisi fisik dan psikologisnya pun kian melemah hingga akhirnya ia wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.
Perjalanan akhir hidup Bung Karno menjadi salah satu bagian paling kelam dalam sejarah politik Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai pendiri bangsa dan pembaca Proklamasi Kemerdekaan itu mengakhiri hidupnya dalam situasi penuh keterasingan, meninggalkan ironi mendalam dalam perjalanan republik yang pernah ia perjuangkan.
(Red)












