Radargempita.co.id
Sejarah, – Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Moehammad Jasin dikenal sebagai sosok penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam mempertahankan kedaulatan negara pada masa awal kemerdekaan 1945–1949.

Keteguhannya menolak tunduk kepada Jepang maupun Sekutu menjadikan namanya dikenang sebagai “Bapak Brimob Polri”.
Pada 21 Agustus 1945, Moehammad Jasin memproklamasikan perubahan Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa di Surabaya menjadi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Langkah tersebut menjadi tonggak penting karena menunjukkan keberpihakan institusi kepolisian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan kepada kekuatan penjajah.
Ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan pasukan Polisi Istimewa diperintahkan untuk dibubarkan serta menyerahkan senjata, Jasin memilih menolak.
Ia justru memerintahkan anggotanya merebut persenjataan dari Kempeitei atau polisi militer Jepang guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam salah satu peristiwa penting, Moehammad Jasin dikisahkan menerobos kawat berduri menuju markas Kempeitei untuk bernegosiasi langsung dengan komandan Jepang.
Dalam negosiasi tersebut, ia menegaskan bahwa polisi Indonesia tidak akan menyerahkan senjata dan memilih mempertahankan kemerdekaan dengan segala risiko.
Persenjataan hasil rampasan kemudian dibagikan kepada para pejuang dan pemuda di Surabaya untuk menghadapi pasukan Sekutu yang kembali datang ke Indonesia.
Langkah itu dinilai turut memperkuat perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.
Atas jasa dan perjuangannya, Moehammad Jasin dikenang sebagai tokoh yang memegang teguh prinsip “Merdeka atau Mati”. Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 4 November 2015.
(Lie)












