Sumut Radargempita.co.id
TAPANULI TENGAH – Suasana duka menyelimuti Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Seorang pemuda bernama BS (20 tahun) ditemukan meninggal dunia pada dini hari Kamis, diduga kuat menjadi korban serangan buaya di aliran Sungai Saga Matua.

Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula Rabu (27/5) sekitar pukul 01.00 WIB, ketika korban bersama sejumlah temannya masuk ke kawasan perkebunan PT Nauli Sawit Blok 41.A. Saat petugas keamanan perusahaan berpatroli dan memeriksa, rombongan pemuda itu berlarian melarikan diri dengan melompati parit pembatas menuju arah sungai.
Salah satu rekan korban mengaku mendengar suara benda berat jatuh ke air, namun karena suasana gelap dan panik, mereka tidak sempat melihat jelas apa yang terjadi. Setelah keadaan tenang, baru disadari bahwa BS tidak ikut kembali. Pencarian segera dilakukan keluarga dan warga di sekitar pinggir sungai, namun tidak menemukan hasil.
Sekitar pukul 11.00 WIB, secercah harapan muncul ketika seorang petani yang bekerja di seberang sungai melihat seekor buaya besar berenang sambil membawa tubuh manusia. Kabar ini langsung menyebar, bahkan lonceng gereja desa dibunyikan sebagai tanda bahaya dan panggilan bantuan bagi seluruh warga untuk turun membantu pencarian.
Penemuan dan Evakuasi
Tim gabungan dari Polsek Manduamas, dipimpin Kanit Reskrim Ipda Francyus Sinaga, bersama warga menyisir sungai ke arah hilir. Pencarian sempat dihentikan tengah malam karena kondisi gelap dan arus deras, namun dilanjutkan kembali. Akhirnya sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, jenazah BS ditemukan terapung di permukaan air dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka gigitan di tubuhnya.
Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang membenarkan peristiwa tersebut. “Dari ciri-ciri luka dan keterangan saksi, sangat kuat dugaan korban diserang buaya saat melarikan diri dan jatuh ke sungai,” ungkapnya. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan, serta akan dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.
Imbauan Pihak Berwenang
Kejadian ini kembali mengingatkan bahaya hewan buas di perairan tersebut. Sungai Saga Matua memang sudah lama dikenal sebagai habitat buaya muara, namun sering masih dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
Pihak kepolisian dan pemerintah desa kini memasang tanda peringatan di titik-titik rawan serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekat, mandi, atau mengambil air di lokasi tersebut, terutama pada sore hingga pagi hari saat buaya sedang aktif mencari mangsa. Warga juga diminta melapor segera jika melihat keberadaan hewan tersebut agar dapat ditangani petugas berwenang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serangan buaya di perairan Tapanuli Tengah, yang menuntut perhatian lebih serius untuk keamanan dan keselamatan warga sekitar. (RiL3N)













