Menu ✖

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Tragedi di Aceh: Kameramen TVRI Muhammad Jamaluddin Tewas Dibunuh

badge-check


					Tragedi di Aceh: Kameramen TVRI Muhammad Jamaluddin Tewas Dibunuh Perbesar

Radargempita.co.id

ACEH, — Dunia jurnalistik kembali berduka. Seorang kameramen Televisi Republik Indonesia, Muhammad Jamaluddin, ditemukan tewas dalam peristiwa pembunuhan tragis di wilayah Aceh. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap pekerja media di Indonesia, khususnya di wilayah dengan riwayat konflik.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Jamaluddin tengah menjalankan tugas jurnalistiknya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh pihak tak dikenal. Tubuh korban ditemukan dengan sejumlah luka yang mengindikasikan adanya tindakan brutal sebelum kematiannya.

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa situasi di lokasi kejadian perkara (TKP) sempat mencekam. Aparat keamanan yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan ini.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif.

Dugaan sementara mengarah pada keterkaitan dengan aktivitas jurnalistik korban, meskipun aparat belum memberikan keterangan resmi terkait motif pasti.

Kematian Jamaluddin memicu reaksi keras dari berbagai organisasi pers dan pegiat kebebasan berekspresi. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Ini bukan sekadar pembunuhan, ini adalah serangan terhadap kebebasan pers,” ujar salah satu perwakilan organisasi jurnalis dalam pernyataan resminya.

PROFIL SINGKAT KORBAN

Muhammad Jamaluddin dikenal sebagai kameramen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Ia kerap meliput berbagai peristiwa penting di Aceh, termasuk isu-isu sensitif yang membutuhkan keberanian dan integritas tinggi.

Kasus pembunuhan ini kembali menegaskan bahwa profesi jurnalis masih menghadapi risiko besar di lapangan. Diperlukan komitmen kuat dari negara untuk memberikan perlindungan maksimal kepada insan pers agar tragedi serupa tidak terus berulang

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Bandara Layani 41.296 Penumpang Relasi Medan–Lubuk Pakam, Perkuat Konektivitas dan Mobilitas Masyarakat

28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

BRI Region 11 Yogyakarta Gelar Wellness Day, Dorong Pekerja Sehat dan Produktif

28 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Babinsa Koramil 05/Kebun Jeruk Ajak Warga Perkuat Keamanan Melalui Komunikasi Sosisal

28 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Koramil 05/Kebun Jeruk Bersama Babinsa Sukabumi Selatan Perkuat Kamtibmas

28 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Koramil 05/Kebun Jeruk Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran, Geng Motor Dan Sisir Titik Rawan

28 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Trending di Berita
✕

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan