Radargempita.co.id
JAKARTA BARAT, — Menjaga keamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat. Kewaspadaan, komunikasi, dan kepedulian masyarakat menjadi kunci untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Semangat tersebut ditunjukkan tiga pilar Kelurahan Sukabumi Selatan melalui kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) pada Kamis malam (8/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB itu dipusatkan di Posko Siaga Bencana Tiga Pilar Kelurahan Sukabumi Selatan, Jalan Raya Sukabumi Selatan RT 008/RW 03, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Babinsa Kelurahan Sukabumi Selatan, Serka Triyatno, bersama personel Polsek Kebon Jeruk, Satpol PP, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), melaksanakan pemantauan keamanan sekaligus memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.
Dalam arahannya, Serka Triyatno menegaskan bahwa jam-jam malam merupakan waktu yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Setiap informasi maupun keluhan masyarakat yang berkaitan dengan keamanan harus diterima secara serius dan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Foto: Istimewa
«“Kewaspadaan harus menjadi budaya bersama. Setiap informasi dari masyarakat harus kita terima, kita cermati, dan kita tindak lanjuti melalui koordinasi yang baik agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” tegas Serka Triyatno pada Kamis malam.»
Ia juga mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Siskamling harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat kewilayahan, perangkat RT/RW, serta masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut penting karena masyarakat merupakan unsur terdepan yang mengetahui kondisi lingkungan secara langsung. Dengan komunikasi yang aktif, setiap perubahan situasi dapat segera diketahui dan dilaporkan.
Selain meningkatkan patroli dan pemantauan, personel diminta memastikan kesiapan perlengkapan pendukung, seperti telepon seluler, handy talky (HT), senter, pentungan, serta peralatan lain yang diperlukan selama pelaksanaan pengamanan.
Apabila ditemukan kejadian menonjol atau aktivitas yang mencurigakan, petugas diminta segera mengambil langkah awal secara terukur dan berkoordinasi dengan Ketua RT/RW serta unsur tiga pilar. Informasi juga harus disampaikan melalui jaringan komunikasi yang tersedia sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Jangan menunggu persoalan menjadi besar. Setiap kejadian yang mencurigakan harus segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan. Kecepatan informasi sangat menentukan langkah penanganan di lapangan,” pungkas Serka Triyatno.
Dalam pelaksanaan Siskamling, petugas juga diingatkan untuk mengawasi aktivitas keluar-masuk lingkungan secara humanis. Setiap tamu yang datang perlu diperhatikan dengan tetap mengedepankan sikap sopan, persuasif, dan menghormati masyarakat.
Di tengah pelaksanaan tugas malam hari, faktor kesehatan personel juga menjadi perhatian. Kondisi fisik yang prima dinilai penting agar seluruh unsur pengamanan dapat menjalankan tugas secara optimal dan tetap responsif terhadap perkembangan situasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen tiga pilar Kelurahan Sukabumi Selatan dalam membangun sistem keamanan berbasis kewaspadaan dan partisipasi masyarakat.
Sinergi TNI, Polri, Satpol PP, FKDM, perangkat wilayah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat deteksi dini serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan Siskamling dan Pam Swakarsa berjalan lancar hingga selesai.
(Red/Pen05/KJ)











