Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Tewasnya Arif Rahman Hakim dan Eskalasi Aksi Mahasiswa 1966

badge-check


					Tewasnya Arif Rahman Hakim dan Eskalasi Aksi Mahasiswa 1966 Perbesar

Radargempita.co.id

Sejarah,  — Gelombang demonstrasi mahasiswa memuncak di sekitar Istana Merdeka di tengah krisis ekonomi dan ketegangan politik nasional.

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) turun ke jalan menuntut pembubaran PKI, perombakan kabinet, serta penurunan harga kebutuhan pokok—yang dikenal sebagai Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat).

Aksi tersebut bertepatan dengan rencana pelantikan Kabinet Dwikora yang Disempurnakan.

Kebijakan itu menuai kritik dari kalangan mahasiswa karena dinilai memperbesar struktur kabinet dan tidak menjawab tuntutan publik.

Di tengah aksi, situasi memanas ketika massa berusaha mendekati area Istana yang dijaga ketat pasukan pengawal presiden dari Resimen Tjakrabirawa. Ketegangan yang awalnya berupa aksi unjuk rasa berkembang menjadi bentrokan.

Foto: Strategi Liar Seorang Demonstran (Arif Rahman Hakim)

Mahasiswa dilaporkan melakukan berbagai upaya penghadangan, termasuk menghambat akses kendaraan di sekitar lokasi.

Aparat kemudian merespons dengan tindakan pembubaran massa. Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, terdengar tembakan peringatan yang diikuti tembakan ke arah kerumunan.

Dalam insiden tersebut, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Arif Rahman Hakim, terkena tembakan.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), namun dinyatakan meninggal dunia.

Kematian Arif Rahman Hakim menjadi titik balik penting dalam dinamika gerakan mahasiswa saat itu.

Aksi protes meluas di berbagai daerah, sementara pemakamannya di Jakarta berubah menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap kondisi politik dan ekonomi yang berkembang.

Peristiwa ini terjadi dalam rangkaian krisis politik yang kemudian berujung pada keluarnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) pada Maret 1966, yang menandai perubahan signifikan dalam struktur kekuasaan nasional.

Arif Rahman Hakim kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Ampera dan dikenang sebagai salah satu simbol perjuangan mahasiswa dalam periode transisi politik Indonesia.

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patroli Malam Koramil 05/Kebon Jeruk Sasar Titik Rawan, Antisipasi Tawuran hingga Balap Liar

31 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Perkuat Keamanan Lingkungan, Babinsa Koramil Kebon Jeruk Dorong Warga Aktifkan Siskamling

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026

31 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan