RADARGEMPITA.CO.ID SUMUT
STM HILIR — Pengerjaan proyek drainase di kawasan permukiman warga menjadi sorotan. Persoalan utama bukan hanya pekerjaan fisik drainase, tetapi juga tanah hasil galian yang dibiarkan menumpuk di depan halaman rumah warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan material tanah galian menumpuk dan menggunung di area depan rumah warga. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu akses serta kenyamanan masyarakat yang berada tepat di sekitar lokasi pekerjaan.
Yang menjadi perhatian, tumpukan tanah tersebut berada tidak jauh dari Kantor Desa Negara Beringin, dengan jarak sekitar 100 meter.
Dengan nilai proyek yang mencapai sekitar Rp2,56 miliar, masyarakat tentu berhak mendapatkan pekerjaan yang tertib, aman, dan tidak mengabaikan kepentingan warga terdampak.
Kondisi di lapangan tersebut menjadi pertanyaan: mengapa tanah hasil galian dibiarkan menumpuk di depan rumah warga tanpa segera ditangani?
Pihak pelaksana dan instansi terkait diharapkan memberikan penjelasan serta memastikan pekerjaan proyek tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
Radargempita.co.id akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan meminta pihak terkait memberikan keterangan secara terbuka kepada publik. (Ril)













