Radargempita.co.id
Jakarta Barat, — Kepedulian terhadap dunia pendidikan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan keluarga. Semangat inilah yang ditunjukkan Babinsa Serka Yusuf Iskandar dengan membantu seorang anak yang sempat putus sekolah agar kembali memperoleh hak pendidikannya.
Anak bernama M. Aditiya, putra dari Bapak Roni, sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga setelah ibunya meninggal dunia. Kehilangan sosok ibu turut memengaruhi semangat dan motivasinya untuk melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, sang ayah harus bekerja di kebun tanaman milik orang lain demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Melihat kondisi tersebut, Serka Yusuf Iskandar tergerak memberikan perhatian dan pendampingan. Ia berupaya membantu mencarikan jalan keluar agar Aditiya dapat kembali bersekolah dan melanjutkan pendidikan sebagaimana anak-anak seusianya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Aditiya kini kembali mengenyam pendidikan di SDS MKGR Kebon Jeruk dan telah duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Kembalinya Aditiya ke lingkungan sekolah menjadi harapan baru bagi masa depannya sekaligus bukti bahwa kepedulian dan pendampingan sosial dapat membantu mengatasi persoalan pendidikan di lingkungan masyarakat.
Serka Yusuf Iskandar menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, kondisi ekonomi keluarga maupun persoalan sosial tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk meraih cita-cita.
“Harapan saya, jangan sampai ada lagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah. Program pemerintah tentang wajib belajar harus terus kita gaungkan dan dukung bersama, termasuk melalui Sekolah Rakyat serta berbagai program pendidikan lainnya. Pendidikan merupakan hak setiap anak dan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa,” tegas Serka Yusuf Iskandar, Rabu (03/11).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, lingkungan sekitar hingga pemerintah setempat, untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi kesulitan mengakses pendidikan.
Menurutnya, kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui imbauan, tetapi harus disertai langkah konkret, seperti memberikan pendampingan, membantu mencarikan akses pendidikan, serta membangun kembali motivasi anak agar tetap memiliki semangat belajar dan meraih cita-cita.
Pendampingan terhadap Aditiya menjadi gambaran bahwa sinergi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong mampu membuka kembali kesempatan pendidikan bagi anak yang membutuhkan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun tidak hanya berkaitan dengan pembinaan wilayah dan keamanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan masa depan generasi muda. “Sebab, pendidikan merupakan hak setiap anak. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali bersekolah berarti turut menyiapkan generasi penerus bangsa yang lebih baik,” pungkas Serka Yusuf Iskandar.













