Radargempita.co.id
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegur PT PLN agar bertanggung jawab atas dampak pemadaman listrik bergilir yang merugikan masyarakat, serta menyatakan komunikasi terkait jadwal dan wilayah terdampak belum maksimal. Hal ini disampaikan saat ia meninjau Kantor PLN UP2B Sumbagut di Medan, dihadiri sejumlah pejabat PLN dan pemerintah daerah.

Bobby menyampaikan bahwa masyarakat dan pengusaha kecil mengeluhkan pemadaman yang terjadi beberapa hari terakhir tanpa informasi yang jelas, sehingga tidak dapat melakukan persiapan. Meskipun masyarakat dapat memahami kondisi darurat akibat kerusakan 12 tower transmisi akibat cuaca ekstrem, ia menekankan perlunya informasi yang transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kalau ada kendala, sampaikan ke kami atau kepala daerah agar bisa membantu sosialisasi. Jangan terus beralasan,” tegasnya. Bobby juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak, yang bisa berupa keringanan tagihan atau diskon token sesuai ketentuan.
General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman meminta maaf atas gangguan layanan. Ia menjelaskan PLN sedang mempercepat perbaikan tower SUTET yang rusak dan akan meneruskan usulan kompensasi ke Kementerian ESDM karena kewenangan berada di pusat. PLN menargetkan perbaikan selesai dalam 2-3 hari ke depan agar pasokan listrik kembali normal. (RiL3N)
Sumber: DISKOMINFO SUMUT













