Radargempita.co.id
Sejarah, – Seorang mantan aktivis 1998, Kamper, kembali menyoroti peristiwa penculikan dan kematian aktivis Leonardus Nugroho Iskandar alias Gilang yang terjadi pada masa transisi Reformasi 1998.

Dalam pernyataannya, Kamper menyinggung Budiman Sudjatmiko dengan menyatakan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan, khususnya peristiwa yang terjadi pada 23 Mei 1998, dua hari setelah Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden.
Menurut Kamper, Gilang diduga diculik dan kemudian tewas di kawasan Hutan Watu Ploso, Magetan, Jawa Timur. Ia menyebut hasil identifikasi menunjukkan adanya luka tusuk di bagian dada kiri yang menembus paru-paru dan jantung.
Kamper juga menyatakan bahwa Gilang merupakan satu-satunya aktivis 1998 (PRD) yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi utuh sehingga dapat dikenali langsung oleh kedua orang tuanya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Kamper dan kembali mengangkat salah satu peristiwa yang hingga kini masih menjadi bagian dari catatan sejarah Reformasi.
Dugaan keterlibatan aparat dalam kasus penculikan aktivis 1997–1998 telah menjadi perhatian publik dan pernah diproses melalui berbagai mekanisme, sementara sejumlah kasus lainnya masih menjadi pembahasan dalam upaya penegakan hukum dan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.
(Redaksi)













