Radargempita.co.id
Lebak, – Fenomena tak biasa terjadi di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Sejumlah bangunan bekas permukiman yang telah tenggelam sejak pengisian awal bendungan pada 2023 kembali muncul ke permukaan akibat turunnya debit air selama musim kemarau.

Kemunculan sisa-sisa bangunan di bekas Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, menjadi pemandangan yang baru pertama kali terjadi sejak kawasan tersebut berubah menjadi genangan waduk.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, mengatakan penurunan muka air waduk dipicu kemarau yang berlangsung cukup ekstrem.
“Karena kemarau ekstrem sepertinya, baru kali ini terlihat,” ujar Dedi, pada Senin (31/07).
Menurut Dedi, pada musim kemarau sebelumnya hanya sebagian kecil bangunan yang tampak di permukaan. Namun kali ini, sejumlah sisa rumah terlihat lebih jelas karena muka air waduk terus menyusut.

Foto: Istimewa
Meski demikian, BBWSC3 memastikan kondisi Bendungan Karian masih aman dan tetap mampu memenuhi kebutuhan air irigasi bagi wilayah layanan di sekitarnya. Penurunan debit air dinilai belum mengganggu fungsi utama bendungan sebagai penyedia pasokan air.
Sisa bangunan yang kini muncul diketahui merupakan bekas permukiman warga yang direlokasi sebelum kawasan tersebut digenangi pada 2023. Walaupun atap bangunan telah hilang, dinding-dinding rumah masih berdiri dan terlihat jelas saat permukaan air surut.

Foto: Istimewa
Senada, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWSC3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan bangunan di kawasan terdampak tidak dibongkar sebelum penggenangan. Proses yang dilakukan saat itu hanya berupa pembersihan vegetasi dan tanaman di area genangan.
“Seluruh lahan memang telah dibebaskan, tetapi bangunan yang terdampak tidak dilakukan pembongkaran. Tim konstruksi hanya melakukan proses clearing terhadap vegetasi dan tanaman,” jelas Maretha.
Fenomena munculnya kembali bekas kampung di Bendungan Karian menjadi gambaran nyata dampak musim kemarau terhadap tinggi muka air waduk. Meski menarik perhatian masyarakat, otoritas memastikan operasional bendungan dan distribusi air untuk kepentingan irigasi masih berjalan normal.
(Redaksi)













