Radargempita.co.id
BANDUNG, — Polresta Bandung meringkus sejumlah terduga pelaku pemukulan terhadap Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna saat keduanya berupaya melerai keributan dalam kegiatan karnaval di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, polisi bergerak melakukan penyelidikan setelah insiden tersebut terjadi. Hasilnya, sejumlah orang yang diduga terlibat berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

“Benar, telah terjadi insiden pemukulan terhadap Kapolsek Cicalengka dan Danramil Cicalengka saat keduanya berupaya mengamankan keributan dalam kegiatan karnaval. Terduga pelaku berhasil diringkus,” kata Aldi di Bandung pada Selasa (18/08).
Peristiwa tersebut bermula ketika rombongan Karnaval Desa Tenjolaya melintas di sekitar podium Forkopimcam untuk mengikuti penilaian. Saat rombongan berada di lokasi, terjadi keributan antarpeserta yang kemudian membuat Kapolsek dan Danramil turun dari podium untuk meredakan situasi.
Namun, upaya aparat mengendalikan keributan justru berujung pada dugaan aksi kekerasan. Kapolsek dan Danramil diduga menjadi sasaran pemukulan. Seorang anggota organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila yang turut membantu mengamankan situasi juga diduga menjadi korban.
Akibat insiden tersebut, Kapolsek Cicalengka dan anggota ormas mengalami luka pada bagian wajah.
Polresta Bandung kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Polisi mengantongi empat nama, yakni RF, IA, YP, dan F. Selain itu, penyidik masih mendalami identitas seorang terduga pelaku lain yang saat kejadian mengenakan seragam Karang Taruna.
Aldi menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik juga masih mendalami rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak.
“Kami akan menindaklanjuti perkara ini secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Polresta Bandung memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap aparat saat menjalankan tugas mengamankan kegiatan masyarakat.
(Nadilla. F)













