RADARGEMPITA.CO.ID
DELI SERDANG – Niat tulus mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anak nyaris berujung petaka bagi Muhammad Rival (34), warga Dusun III Sei Basah, Desa Tadukanraga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang. Saat mengemudikan truknya di jalan umum, tiba-tiba kendaraannya dihantam lemparan batu berukuran besar yang diduga dilakukan seseorang yang membuntutinya. Kaca depan pecah berantakan, dan serpihannya melukai wajahnya. Nasib buruk yang nyaris merenggut nyawa sekeluarga.

Peristiwa berbahaya itu terjadi pada Senin (10/8/2026) pagi. Saat itu Rival sedang menyetir truk Isuzu berwarna putih dengan nomor polisi BK 8167 GM, melintas dari Dusun II Beringin, Desa Negara Beringin menuju arah tujuan. Tepat di Dusun II, Desa Talun Kenas, tiba-tiba terdengar dentuman keras — kaca depan truk hancur seketika dihantam batu besar yang datang entah dari mana.
Pecahan kaca berhamburan ke dalam kabin dan langsung mengenai wajah Rival. Di tengah kepanikan dan rasa perih, ia berusaha sekuat tenaga tetap tenang dan menjaga keseimbangan setir agar truk tidak oleng atau menabrak pengguna jalan lain. Berkat ketenangan dan keahliannya, kendaraan tetap dapat dikendalikan hingga selamat.
Berdasarkan keterangan Rival, sebelum serangan itu terjadi dirinya diduga telah dibuntuti oleh seorang pria yang dikenal berinisial BS atau akrab disapa Bren, yang mengendarai sepeda motor. Lemparan batu itu diduga datang dari orang yang sama saat truk sedang melaju di jalan raya.
Sekali saja batu itu mengenai kepala atau tubuh pengemudi secara langsung, kecelakaan beruntun tak terelakkan — dan nyawa Rival maupun pengguna jalan lain bisa melayang seketika.
Beruntung nyawanya selamat, Rival pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek STM Hilir. Karena penyidik berhalangan pada hari Senin, laporan resmi baru dapat dibuat pada Selasa (11/8/2026) dengan nomor: STTLP/45/VIII/2026/SPKT/Polsek STM Hilir/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara. Laporan atas nama pemilik kendaraan, Lurah Bakin Manik, diterima oleh Aiptu Hendra Marbun.
Kanit Reskrim Polsek STM Hilir, Ipda Amsal Siregar, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, pihak korban telah datang dan membuat laporan,” ujarnya kepada awak media.
Peristiwa ini menyisakan kekhawatiran serius bagi masyarakat dan para pengemudi. Pelemparan batu ke kendaraan yang sedang melaju di jalan raya bukan sekadar merusak harta benda, melainkan tindakan yang membahayakan nyawa banyak orang. Sekejap saja pengemudi terganggu atau terluka parah, kendaraan bisa melaju tak terkendali dan menimbulkan bencana besar.
Kini kasus telah masuk jalur hukum. Masyarakat berharap kepolisian segera menelusuri motif di balik tindakan nekat tersebut, memastikan identitas pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku agar tidak ada lagi pencari nafkah yang menjadi sasaran kekejaman serupa.
Bagi Rival, perjalanan Senin pagi itu menjadi pengingat pahit: di tengah perjuangan sederhana mencari rezeki, nyawanya pun tak luput dari ancaman yang tak terduga. (Ril)













