Radargempita.co.id, — Duka menyelimuti kepulangan jenazah prajurit TNI, Kopral Dua (Anumerta) Rico Pramudia, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Almarhum merupakan bagian dari Satuan Tugas di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Jenazah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (28/4). Suasana khidmat menyertai prosesi penyambutan yang digelar di Apron VIP Terminal 3. Upacara penghormatan militer dilaksanakan dengan melibatkan berbagai satuan elit TNI sebagai bentuk penghargaan terakhir atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan dunia internasional.

Dengan balutan bendera Merah Putih, peti jenazah diturunkan dari pesawat dalam iringan pasukan kehormatan. Sejumlah perwira tinggi TNI dan pejabat terkait turut hadir memberikan penghormatan terakhir, menundukkan kepala dalam keheningan yang sarat makna.
Kopda (Anumerta) Rico Pramudia gugur saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian di wilayah konflik. Pengorbanannya menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para prajurit Indonesia di medan tugas internasional.
Usai prosesi penghormatan di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah almarhum kemudian diterbangkan menuju kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, untuk dimakamkan secara militer. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.
Pengabdian terakhir Kopda Rico Pramudia menjadi jejak sunyi seorang prajurit yang gugur dalam tugas, mengemban amanah perdamaian dunia hingga akhir hayatnya.
(Lie)












