Menu ✖

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Buron Korupsi Kredit Bank Sumut Senilai Rp2,2 Miliar Dibekuk Kejati Sumut di Jakarta

badge-check


					Buron Korupsi Kredit Bank Sumut Senilai Rp2,2 Miliar Dibekuk Kejati Sumut di Jakarta Perbesar

RADARGEMPITA.CO.ID

MEDAN – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) yang didukung jajaran intelijen Kejaksaan Tinggi Jakarta berhasil menangkap buronan kasus dugaan korupsi pencairan kredit pada PT Bank Sumut. Tersangka adalah Farah Hasmina Harahap (FHH), yang ditangkap di sebuah apartemen kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Farah sebelumnya resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-01/L.2/Fd.2/01/2026 tanggal 5 Januari 2026, yang ditindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Sumut Nomor Print-01/L.2/Fd.2/01/2026 tanggal 7 Januari 2026. Karena diduga melarikan diri menghindari proses hukum, namanya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi, menyebut penangkapan ini bukti nyata komitmen kejaksaan menuntaskan perkara dengan berkepastian hukum

“Pengamanan tersangka adalah wujud kerja keras korps Adhyaksa agar penanganan perkara berjalan tuntas dan berkeadilan,” ujar Rizaldi, Rabu (29/7/2026).

Setelah diamankan di Jakarta, Farah langsung dibawa ke Kejati Sumut, lalu diserahkan ke penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus dan ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Tanjung Gusta Medan.

Modus dan Kerugian Negara

Perkara bermula April 2012, saat Farah bersama Eko Handoko Hasian mengajukan kredit rekening koran Rp3 miliar atas nama CV Hasian Abadi Group ke PT Bank Sumut. Fakta di persidangan menunjukkan:

– CV Hasian Abadi Group baru didirikan 14 April 2012, setelah permohonan kredit diajukan

​- Agunan tanah disebut bernilai Rp4 miliar di fotokopi, padahal aslinya hanya Rp300 juta

​- Analis kredit berinisial LPL tidak menerapkan prinsip kehati-hatian, tak memverifikasi dokumen dan tetap merekomendasikan pencairan meski syarat belum lengkap

Akibat perbuatan tersebut, kerugian keuangan negara mencapai lebih dari Rp2,2 miliar. Namun Kejati Sumut memastikan seluruh kerugian itu sudah berhasil dikembalikan ke kas negara. Sementara LPL telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Medan. (Ril)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Implementasi Program Poliran Tahap I, 64 Dari 94 Pencari Kerja Selesai Ikuti Pelatihan Di BBPVP Medan

1 November 2026 - 14:37 WIB

Satgas Sampah Koramil 05/Kebun Jeruk Bersama Tiga Pilar Tangani Darurat Sampah

1 November 2026 - 10:56 WIB

Koramil 05/Kebun Jeruk Ajak Warga Perkuat Kerukunan Melalui Komunikasi Sosial

1 November 2026 - 10:50 WIB

Koramil 05/Kebun Jeruk Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran Dan Geng Motor

1 November 2026 - 08:00 WIB

Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia

1 November 2026 - 06:40 WIB

Trending di Berita
✕

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan