Menu ✖

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Budiman Sudjatmiko: Negeri Kaya Tak Boleh Sisakan Warga dalam Kemiskinan

badge-check


					Budiman Sudjatmiko: Negeri Kaya Tak Boleh Sisakan Warga dalam Kemiskinan Perbesar

Radargempita.co.id

Jawa Timur, — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan, kemiskinan tidak boleh terus menjadi persoalan yang diwariskan antargenerasi di tengah besarnya potensi ekonomi Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Budiman saat menyapa ibu-ibu dan anak-anak dari keluarga prasejahtera di Pondok Pesantren Nurul Amanah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (25/9/2026).

Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian kerja Budiman di Jawa Timur. Selain bertemu langsung dengan masyarakat, ia berdialog dengan para ulama, jajaran pemerintah kecamatan, serta pegiat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bangkalan.

Dalam dialog tersebut, Budiman menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah. Menurutnya, koperasi tidak semata-mata merupakan lembaga ekonomi, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk mengorganisasi diri, mengelola potensi lokal, dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan bersama.

“Koperasi adalah cara rakyat mengorganisir diri. Tempat mencari dan berbagi berjalan dalam satu tarikan napas, sehingga keuntungannya kembali untuk masyarakat,” kata Budiman pada Selasa (28/09).

Ia menilai penguatan koperasi desa dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi. Dengan pengorganisasian yang kuat, warga desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut menjadi pelaku yang mengelola dan menikmati hasil kegiatan ekonomi di wilayahnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan upaya BP Taskin dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan melalui penguatan kapasitas masyarakat. Dalam kunjungannya ke Bangkalan, Budiman mempertemukan tiga unsur yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, yakni ulama, pemerintah, dan penggerak koperasi desa.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan. Kemiskinan juga berkaitan dengan terbatasnya akses terhadap kesempatan ekonomi, lemahnya kapasitas usaha, serta kemampuan masyarakat dalam membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Di Bangkalan, Budiman juga menyapa langsung keluarga prasejahtera dan anak-anak di lingkungan pesantren. Pertemuan itu menjadi bagian dari pendekatan BP Taskin untuk memastikan agenda pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada kebijakan dan program pemerintah, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Budiman menilai kekuatan masyarakat desa harus menjadi bagian penting dalam agenda tersebut. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dalam konteks itu, diarahkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, memperkuat kerja sama, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung gerakan ekonomi masyarakat di daerah. Pemerintah dapat menjalankan fungsi fasilitasi dan penguatan kebijakan, sementara ulama serta tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi warga.

“Kolaborasi ulama, pemerintah, dan penggerak ekonomi desa menjadi ikhtiar bersama agar tak ada lagi keluarga miskin di negeri yang kaya raya,” ujar Budiman.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan yang didorong Budiman dalam menjalankan tugas di BP Taskin. Pengentasan kemiskinan tidak semata dipandang sebagai pemberian bantuan, tetapi juga sebagai proses memperkuat kemampuan masyarakat agar mampu mengakses peluang, mengelola sumber daya, dan membangun kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Bangkalan menjadi salah satu ruang untuk membawa gagasan tersebut lebih dekat kepada masyarakat. Di tengah masih adanya keluarga prasejahtera, Budiman mendorong agar potensi ekonomi desa dan kekuatan komunitas tidak berjalan sendiri-sendiri.

Penguatan koperasi dan kolaborasi antara pemerintah, ulama, serta masyarakat diharapkan dapat membentuk ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat ditempatkan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku yang ikut menggerakkan perekonomian dan menikmati hasilnya.

Pesan Budiman di Bangkalan bermuara pada satu gagasan: besarnya potensi ekonomi Indonesia harus diikuti dengan kemampuan memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang masih berada dalam kondisi prasejahtera.

Karena itu, pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah berperan membuka akses dan menciptakan kebijakan yang mendukung, sementara masyarakat perlu diperkuat agar mampu menjadi pelaku utama dalam membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa.

 

 

(Zaenal Abidin S.Sos)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KORAMIL 05/KEBON JERUK GELAR PATROLI MALAM, ANTISIPASI TITIK RAWAN

25 Oktober 2026 - 12:12 WIB

KORAMIL 05/KEBON JERUK GELAR PATROLI MALAM, CEGAH TAWURAN, GENG MOTOR, DAN BALAPAN LIAR

25 Oktober 2026 - 12:07 WIB

TNI BERSAMA POLRI DAN KOMPONEN MASYARAKAT GELAR APEL CIPTA KONDISI DAN PATROLI KEAMANAN DI SUKABUMI UTARA

25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Perkuat Sinergi, Koramil 05/KJ Bersama PPSU Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan dan Kondusivitas Wilayah

25 Oktober 2026 - 11:52 WIB

SATGAS SAMPAH KODIM 0503/JB BERSAMA TIGA PILAR TANGANI DARURAT SAMPAH DI KELURAHAN KEBON JERUK

25 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Trending di Berita
✕

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan