Radargempita.co.id
Medan, — Organisasi kemasyarakatan Bonar Indonesia mengukuhkan kepemimpinan baru di tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan dalam agenda konsolidasi dan silaturahmi yang digelar pada Minggu (26/04).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus menegaskan arah gerak politik dan sosial organisasi ke depan.
Acara berlangsung di Cafe Lalit Duana, Jalan Harmoni Baru, Selayang II, Kecamatan Medan Baru, dan dihadiri Ketua Umum Bonar Indonesia Octo GM Simangunsong, jajaran pengurus pusat, serta kader dari wilayah Sumatera Utara dan Kota Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum secara resmi menunjuk Andre Ritonga sebagai Ketua Bonar Indonesia Sumatera Utara dan Indra Tarigan sebagai Ketua Bonar Indonesia Kota Medan.

Foto: Istimewa
Penunjukan ini disebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat konsolidasi organisasi serta memperluas implementasi program kerja di tingkat daerah.
Sekretaris Jenderal Bonar Indonesia, Henry Pakpahan, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi ini dibangun di atas nilai-nilai integritas.
“Bonar bukan sekadar nama, tetapi mencerminkan prinsip benar, adil, jujur, dan transparan. Nilai ini harus menjadi dasar dalam setiap gerakan organisasi,” ujar Henry kepada awak media, Selasa (28/04).
Ia juga menekankan peran organisasi sebagai pemersatu. Menurutnya, Bonar Indonesia hadir untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kepentingan kelompok.
Sementara itu, Ketua Umum Octo GM Simangunsong menyampaikan arah politik organisasi secara terbuka. Ia menyatakan dukungan terhadap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, untuk periode 2029–2034.
“Dukungan ini didasarkan pada penilaian atas kinerja dan arah pembangunan yang dinilai membawa kemajuan bagi Sumatera Utara,” kata Octo.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Bonar Indonesia juga diposisikan sebagai wadah pengembangan generasi muda.
Organisasi ini, menurutnya, terbuka bagi pemuda untuk menyalurkan potensi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Octo turut mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi. Ia meminta kepemimpinan baru di tingkat provinsi dan kota mampu memperkuat konsolidasi serta menghindari potensi perpecahan.
Kegiatan ditutup dengan sesi kebersamaan yang diwarnai yel-yel organisasi sebagai simbol solidaritas kader.
Dengan struktur kepemimpinan yang baru, Bonar Indonesia menargetkan penguatan peran sebagai organisasi sosial yang aktif dalam pembangunan daerah serta menjaga persatuan, khususnya di Sumatera Utara.
(Lie)












