Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Rekam Jejak Hitam Terbongkar! Dari Pemerasan hingga Pelecehan, AKP Fadlun Akhirnya Didemosi

badge-check


					Rekam Jejak Hitam Terbongkar! Dari Pemerasan hingga Pelecehan, AKP Fadlun Akhirnya Didemosi Perbesar

RADARGEMPITA.CO.ID

MEDAN – Polda Sumatera Utara menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan disiplin internal melalui putusan Sidang Komisi Kode Etik Kepolisian (KKEP) terhadap AKP Fadlun Al Fitri. Sidang yang dipimpin Kombes Pol. Triyadi pada Selasa (18/8/2026) memutuskan sanksi demosi selama dua tahun serta wajib mengikuti pembinaan rohani selama satu bulan bagi perwira tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa sanksi ini dijatuhkan setelah terbukti AKP Fadlun melakukan intervensi dan intimidasi terhadap penyidik pembantu Aipda Halomoan Gultom saat menjabat Kepala Sat Intelkam Polres Pelabuhan Batubara pada April 2026 lalu. Tindakan melanggar etika itu dilakukan melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk memengaruhi penanganan perkara di Satreskrim, yang bermula dari saling lapor antara keduanya.

Pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) Huruf m Perpol No. 7/2022

Dalam putusannya, sidang KKEP menyatakan AKP Fadlun terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf m Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri. Sanksi demosi dan pembinaan rohani diberikan sebagai bentuk penindakan tegas atas penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran integritas profesi.

Rekam Jejak Kelam: 5 Kali Tersandung Masalah

Putusan ini diperberat oleh rekam jejak buruk tersangka sepanjang karirnya. Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol. Dwi Agung, mengungkapkan bahwa AKP Fadlun tercatat telah lima kali melakukan pelanggaran etik:

2011: Kasus pemerasan saat bertugas di Polda Kalsel (Sanksi: Tunda pendidikan & teguran tertulis).

2015: Masalah penentaran keluarga.

2016: Dugaan perlindungan kasus narkotika.

2023: Pelecehan seksual terhadap PHL di Polres Batubara.

2026: Intervensi penanganan perkara (kasus terkini).

“Tercatat tiga pelanggaran terjadi di wilayah Sumut dan satu di Kalsel, total lima kali pelanggaran,” jelas Kombes Pol. Dwi Agung.

Meski memiliki riwayat berulang, Polda Sumut mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menjatuhkan sanksi. Keputusan demosi selama dua tahun dinilai proporsional namun tetap memberikan efek jera. Polda Sumut menegaskan tidak akan memberi ruang bagi oknum yang merusak citra institusi dan melanggar kode etik profesi. Masyarakat diharapkan dapat terus mengawasi kinerja anggota Polri demi terciptanya pelayanan yang bersih dan berintegritas. (Ril)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Bergerak, Desa Bergema! Karang Taruna Buntu Bedimbar Tunjukkan Peran Besar di Gebyar AKBAR

30 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Rawamangun Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

30 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Area Otista Raih Juara 2 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli

30 Agustus 2026 - 22:48 WIB

UMKM Binaan BRI Region 6 Antusias Ramaikan Festival Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan

30 Agustus 2026 - 22:44 WIB

BRI BO Otista Raih Juara 1 BRILiaN DekorAksi 2026 Tingkat Region 6

30 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan