Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Oei Tambah Sia, Pewaris Kaya Batavia yang Berakhir di Tiang Gantung

badge-check


					Oei Tambah Sia, Pewaris Kaya Batavia yang Berakhir di Tiang Gantung Perbesar

Radargempita.co.id

BATAVIA, – Sejarah Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta, mencatat kisah kontroversial seorang pewaris kaya raya bernama Oei Tambah Sia. Lahir pada 1827, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang hidup dalam kemewahan berkat warisan keluarga yang melimpah. Namun, gaya hidupnya yang berlebihan dan berbagai tindakan yang dinilai melampaui batas akhirnya membawanya pada akhir tragis.

Oei Tambah Sia dikenal gemar menggelar pesta mewah, berjudi, serta mempertontonkan kekayaannya secara mencolok. Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa ia kerap menggunakan uang kertas untuk keperluan pribadi sebagai bentuk pamer kekayaan. Tindakan tersebut menjadi perbincangan masyarakat Batavia pada masanya karena dianggap mencerminkan gaya hidup yang sangat berlebihan.

Selain dikenal sebagai sosok flamboyan, Oei juga memiliki reputasi buruk terkait perlakuannya terhadap perempuan. Berbagai sumber sejarah menyebutkan bahwa ia kerap menggunakan pengaruh dan kekayaannya untuk mendekati wanita yang diinginkannya. Di kawasan Ancol, ia bahkan memiliki tempat khusus yang sering digunakan untuk mengadakan pertemuan dan hiburan pribadi.

Perjalanan hidup Oei Tambah Sia mulai berubah ketika ia menjalin hubungan dengan seorang pesinden bernama Mas Ajeng Gunjing. Keduanya bertemu dalam sebuah pesta di Pekalongan sebelum akhirnya Ajeng dibawa ke Batavia. Saat Ajeng jatuh sakit dan dipindahkan ke Tangerang untuk menjalani perawatan, saudara kandungnya, Mas Sutejo, datang menjenguk.

Kehadiran Sutejo justru memicu kecemburuan Oei. Ia menuduh keduanya memiliki hubungan terlarang tanpa dasar yang jelas. Dalam kemarahannya, Oei diduga memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Sutejo. Untuk menghilangkan jejak, ia juga disebut membunuh orang suruhannya sendiri dan berupaya mengalihkan kecurigaan kepada pihak lain.

Namun, upaya tersebut gagal. Aparat kolonial yang selama ini telah menyoroti berbagai perilakunya berhasil mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. Bukti-bukti yang terkumpul kemudian membawa Oei Tambah Sia ke meja hijau.

Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada Oei Tambah Sia. Pada tahun 1851, ia dieksekusi dengan cara digantung di depan Balai Kota Batavia, kawasan yang kini menjadi bagian dari Kota Tua Jakarta. Eksekusi tersebut disaksikan banyak warga dan menjadi salah satu peristiwa yang paling dikenang dalam sejarah Batavia abad ke-19.

Kisah Oei Tambah Sia kerap dijadikan pengingat bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak menempatkan seseorang di atas hukum. Sejarah mencatat, tindakan sewenang-wenang pada akhirnya tetap harus dipertanggungjawabkan di hadapan keadilan.

 

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisuda Tahfiz dan Pelepasan Santri Al-Faiz, Pemkab Deli Serdang Apresiasi Lahirnya Generasi Qurani

20 Juni 2026 - 15:24 WIB

Sinergi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci, SDN 101864 Gunung Rintih Kecamatan.STM Hilir Bagikan Rapot Semester

20 Juni 2026 - 10:27 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Minta Tolak Upaya Banding PTDH Kompol DK

20 Juni 2026 - 06:18 WIB

Delegasi IMT-GT Bersama KLH RI Kunjungi PT SDLi, Perkuat Kerjasama Pengolahan Limbah Dan Ekonomi Sirkular

20 Juni 2026 - 06:09 WIB

Salah Sasaran Berujung Maut, Jaka Malau Tewas Dikeroyok Oknum Ormas di Pematang Siantar

20 Juni 2026 - 04:56 WIB

Trending di Breaking News

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan