Radargempita.co.id
Sejarah, – Sosok Prajurit Satu (Anumerta) Suparlan dikenang sebagai salah satu prajurit terbaik Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam operasi militer di Timor Timur pada 1983.

Aksi heroiknya saat menghadapi kepungan pasukan Fretilin membuat namanya dikenang di lingkungan TNI sebagai simbol loyalitas, pengorbanan, dan jiwa korsa.
Peristiwa itu terjadi ketika satu tim gabungan TNI yang terdiri dari personel Kopassus dan Kostrad di bawah komando Letnan Poniman Dasuki melaksanakan patroli dan penyergapan di wilayah pedalaman Timor Timur yang dikenal rawan konflik. Dalam operasi tersebut, pasukan TNI justru mendapat serangan balasan dan dikepung oleh kelompok bersenjata Fretilin dengan jumlah yang jauh lebih besar.
Kontak tembak berlangsung sengit. Kondisi medan yang sulit membuat posisi pasukan TNI terdesak hingga tersisa beberapa personel yang bertahan di bibir jurang. Dalam situasi kritis itulah, Pratu Suparlan mengambil keputusan berani demi menyelamatkan rekan-rekannya.
Menurut kisah yang berkembang di kalangan militer, Suparlan meminta komandannya membawa anggota lain mundur melalui celah sempit yang masih memungkinkan untuk dilalui.
Ia kemudian bertahan seorang diri untuk menghambat pergerakan lawan.
Dengan senapan mesin yang diambil dari rekannya yang gugur, Suparlan memberikan tembakan perlindungan sambil menghadapi gempuran dari berbagai arah. Meski mengalami luka tembak dan kehabisan amunisi, ia disebut tetap melakukan perlawanan jarak dekat menggunakan pisau komando demi memperlambat laju pasukan lawan.
Dalam kondisi kritis dan menyadari peluang hidupnya semakin kecil, Suparlan dikisahkan melakukan pengorbanan terakhir dengan meledakkan granat di tengah kepungan musuh. Tindakannya diyakini memberi waktu bagi rekan-rekannya untuk menyelamatkan diri dari kepungan.
Atas keberanian dan pengorbanannya, Pratu Suparlan dianugerahi kenaikan pangkat anumerta serta penghargaan Bintang Sakti. Namanya juga diabadikan menjadi salah satu fasilitas militer di lingkungan pendidikan pasukan khusus sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.
Kisah Pratu Suparlan hingga kini masih dikenang sebagai simbol keberanian prajurit TNI dalam menjalankan tugas, sekaligus gambaran tentang besarnya pengorbanan seorang prajurit demi keselamatan rekan dan kehormatan satuan.
(Sandi Yudha)












