Radargempita.co.id
Ragam, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bukan milik satu partai politik, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri kegiatan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu. Ia mengaku banyak mempelajari ajaran dan pemikiran Bung Karno sebagai salah satu pendiri bangsa.
“Bung Karno bukan milik satu partai, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia,” ujar Prabowo, usai meresmikan museum Marsinah, Sabtu (16/05).

Foto: Istimewa (Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyampaikan sambutan didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kedua kanan), Ketua Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi (kedua kiri), dan kakak Marsinah Marsini (ketiga kiri) saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Presiden meresmikan museum dan rumah singgah pahlawan nasional tersebut sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia).
Selain Bung Karno, Prabowo juga menyebut tokoh nasional lain seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sebagai figur bangsa yang pemikiran dan perjuangannya menjadi warisan seluruh rakyat Indonesia.
Menurut Prabowo, Indonesia dapat tumbuh menjadi negara kuat dan maju apabila seluruh elemen bangsa mampu bersatu dan menghimpun kekuatan nasional di tengah perbedaan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif dengan menjaga hubungan baik bersama berbagai negara.
“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua,” katanya.
Prabowo menyebut pemerintah terus memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga, termasuk menyelesaikan sejumlah perjanjian yang sebelumnya tertunda dengan Singapura serta memperbaiki hubungan dengan Vietnam dan China, khususnya terkait kawasan Natuna.
Selain itu, hubungan Indonesia dengan Malaysia, Papua Nugini, Australia, dan Thailand disebut tetap berjalan baik dan konstruktif.
Prabowo turut menyinggung kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka, ke Istana Merdeka pada April tahun lalu. Menurutnya, pemimpin Fiji tersebut terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan Indonesia kepada negara kecil di kawasan Pasifik itu.
Ia menilai sikap menghormati tamu, orang tua, dan guru merupakan bagian dari budaya bangsa yang diwariskan para pendiri Indonesia.
“Itulah budaya Indonesia, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada tamu,” pungkas Prabowo.
(Lie)












