Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Home

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

badge-check


					Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk Perbesar

Radargempita.co.id

Ragam, – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh sekaligus pengingat sejarah gerakan pekerja di Indonesia.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden setelah meninjau langsung sejumlah koleksi dan peninggalan milik Marsinah yang dipamerkan di museum tersebut, termasuk kamar dan barang-barang pribadinya yang dipertahankan dalam kondisi asli.

“Pada pagi hari ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ujar Presiden dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/05).

Foto: Istimewa (Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) menandatangani plakat prasasti didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kanan), Ketua Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi (ketiga kiri), dan kakak Marsinah Marsini (keempat kiri) saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu)

Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan merasa terhormat dapat meresmikan museum tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa nama Marsinah sebelumnya diusulkan organisasi buruh sebagai calon pahlawan nasional dan mendapat dukungan dari berbagai serikat pekerja.

“Saya mendapat kehormatan untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional. Waktu itu mereka meminta saya meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, dan hari ini saya datang,” kata Prabowo.

Museum Marsinah dibangun di kawasan rumah masa kecil Marsinah dan dirancang sebagai ruang memorial perjuangan buruh. Selain menyimpan arsip serta barang pribadi Marsinah, lokasi itu juga dilengkapi rumah singgah bagi pekerja dari berbagai daerah.

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak pekerja pada awal 1990-an. Saat itu, ia menjadi salah satu negosiator buruh yang menuntut penerapan upah minimum dan kebebasan berserikat di tempat kerjanya.

Marsinah dilaporkan menghilang pada 5 Mei 1993 dan ditemukan meninggal dunia empat hari kemudian. Kasus kematiannya menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia dan gerakan buruh di Indonesia.

Pada 10 November 2025, pemerintah menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Dalam peresmian museum tersebut, Presiden turut didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Sidang Kasus Dugaan Suap Impor

10 Juni 2026 - 17:31 WIB

Kasus Dugaan Suap Proyek Muara Enim: Marketing Perusahaan dan Pejabat Daerah Jadi Tersangka

10 Juni 2026 - 17:21 WIB

SPPG Sumut Tak Beroperasi Karena Anggaran Belum Cair, Sebagian Dana Sudah Laporan Cair dari Pusat

10 Juni 2026 - 16:12 WIB

LSM Gempita Hadiri Dialog Cinta Seni dan Budaya di Jakarta Barat

10 Juni 2026 - 14:27 WIB

IMP Sumut Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas, Dukung Penindakan Kriminalitas

10 Juni 2026 - 12:27 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan