Radargempita.co.id
TANGERANG, — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan spiritual dan ekonomi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang, Banten.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Istighosah dan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan penutupan Festival UMKM “Ngider Kecamatan”.
Dalam sambutannya, Maesyal menyebut kegiatan istighosah sebagai upaya batiniah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan masyarakat di tengah proses pembangunan daerah.
“Istighosah ini menjadi ikhtiar batiniah untuk memohon pertolongan, keberkahan, dan ridho Allah SWT, sekaligus memperkuat fondasi spiritual masyarakat,” ujar Maesyal pada Senin, (27/04).

Foto: Istimewa
Ia menekankan, peringatan HUT ke-20 Gunung Kaler tidak hanya menjadi refleksi capaian pembangunan fisik, tetapi juga momentum memperkokoh nilai spiritual sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual penting agar setiap program pembangunan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah.
Ia menilai Kecamatan Gunung Kaler memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi wilayah yang mandiri dan sejahtera.
Pada kesempatan tersebut, Maesyal turut mengapresiasi penyelenggaraan Festival UMKM Ngider Kecamatan yang dinilai efektif dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Foto: Istimewa
“Festival ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pelaku UMKM agar terus berkembang dan naik kelas,” kata Maesyal.
Ia kembali menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pasar.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa festival tersebut diikuti oleh 25 pelaku usaha mikro dengan berbagai produk unggulan lokal.
“Sebanyak 25 booth diisi pelaku usaha mikro dari Gunung Kaler,” ujar Ratna.
Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama enam hari itu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan omzet pelaku usaha, bahkan sejumlah peserta mampu meraih pendapatan hingga jutaan rupiah per hari.
“Festival UMKM Ngider Kecamatan menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk promosi, inovasi, serta memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” pungkas Ratna.
(Sandi Yudha)












