Radargempita.co.id
TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, bergerak cepat meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Sumirah di Kampung Pos Sentul, RT 005/003, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Tangerang, Banten.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran perangkat desa sebagai respons atas laporan warga terkait kondisi rumah yang dinilai memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya.
“Hari ini kami turun langsung bersama perangkat desa untuk memastikan laporan terkait rumah yang tidak layak huni ini segera ditindaklanjuti,” ujar Intan di lokasi, Senin (20/04).
Ia menegaskan, penyediaan hunian layak merupakan aspek mendasar dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen menjalankan program bedah RTLH secara berkelanjutan dengan target sekitar 1.000 unit rumah setiap tahun.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran. Kondisi rumah Ibu Sumirah memang membutuhkan penanganan segera agar beliau dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” katanya.

Foto: Istimewa
Intan juga memastikan proses renovasi akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Ia menargetkan pengerjaan dapat dimulai dalam waktu secepatnya.
“Insyaallah bulan ini mulai, paling cepat minggu depan sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Sentul dalam merespons laporan masyarakat serta menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung percepatan renovasi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Sentul, Asep, mengatakan perbaikan rumah tersebut telah masuk dalam program prioritas desa dan didukung anggaran yang telah disiapkan.
“Renovasi akan dimulai bulan ini. Selama proses pembangunan, Ibu Sumirah akan tinggal sementara di rumah kerabatnya,” jelas Asep.
Ibu Sumirah menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Ia berharap perbaikan rumahnya segera terealisasi mengingat kondisi bangunan yang kian rapuh.
“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Kalau hujan rumah saya selalu bocor, dinding juga sudah rapuh, takut ambruk,” pungkasnya.
(Sandi Yudha)












