Radargempita.co.id
Bandung – Fadli Zon menegaskan bahwa Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tetap relevan sebagai kompas moral di tengah dinamika global yang kian tidak menentu.

Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika di Kota Bandung, Minggu. Ia menilai semangat solidaritas dan perdamaian yang diwariskan konferensi tersebut menjadi pijakan penting dalam menghadapi ketidakpastian dunia saat ini.
“Bandung Spirit menjadi kompas moral untuk membangun perdamaian berkelanjutan. Karena itu, kebudayaan harus dilindungi,” ujar Fadli Minggu sore (19/04).
Lebih lanjut Fadli menekankan, kebudayaan perlu ditempatkan sebagai instrumen utama diplomasi guna memperkuat solidaritas dan persahabatan antarbangsa, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.
Menurutnya, di era global tanpa batas, kebudayaan memiliki peran ganda: sebagai benteng penjaga jati diri bangsa sekaligus jembatan dialog internasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.
“Kita harus memastikan tidak ada perang yang menghapus sejarah bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara pihak yang lemah,” pungkas Fadli.












