Radargempita.co.id
Jawa Timur, – Balai Besar “Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” (TNBTS) mengangkut setidaknya hampir satu ton sampah dari kawasan wisata Gunung Bromo selama masa pemulihan ekosistem.

Ketua Tim Data, Evaluasi dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, menyampaikan bahwa tim gabungan berhasil mengumpulkan total 963 kilogram sampah dalam aksi bersih-bersih massal tersebut. “Demi kelestarian dan kenyamanan bersama, kami himbau pengunjung untuk menerapkan gerakan bawa turun sampahmu, jangan kalian tinggalkan sampahmu, membawa kembali sampahmu,” ujar Hendra, Senin pagi (13/04).

Foto: Istimewa
Dari hasil pantauan kebanyakan sampah didominasi bungkus makanan serta botol air mineral yang dikumpulkan dari sejumlah titik krusial di kawasan konservasi. Diantaranya, di kawasan Lautan Pasir, parkiran jip, dan area pura terkumpul 425 kilogram sampah. Selanjutnya, di kawasan Jemplang, Watu Gede, Bantengan, dan Watangan sebanyak 225 kilogram.
Sementara di titik lain seperti di kawasan Penanjakan dan sekitarnya ditemukan 198 kilogram sampah, di kawasan Bungkah–Widodaren sebanyak 115 kilogram. Seluruh sampah yang terkumpul kemudian dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 128 peserta, terdiri dari 64 personel internal TNBTS dan 64 peserta dari unsur mitra, seperti pengemudi jip, pelaku usaha perhotelan, pedagang kaki lima (PKL), serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). “Tempat ini bukan hanya sekedar tempat wisata. Alam Bromo merupakan warisan yang harus kita jaga kelestariannya,” kata Hendra.

Foto: Istimewa
Hal senada dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menegaskan bahwa setiap jip wisata telah dilengkapi kantong sampah guna mencegah wisatawan membuang sampah sembarangan.
“Fasilitas tersebut disediakan untuk mendukung pengunjung agar tidak membuang sampah di sembarang tempat,” ujar Septi
Lebih lanjut ia menambahkan, larangan membuang sampah di kawasan taman nasional bersifat mutlak sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi. “Kami berharap ke depan pengunjung semakin peduli terhadap kebersihan kawasan,” sambungnya
“Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup sementara untuk aktivitas wisata dari tanggal 6 hingga 12 April 2026. Penutupan ini rutin dilakukan guna mendukung pemulihan ekosistem serta peningkatan kualitas layanan pariwisata serta tetap terjaga kelestarian nya, ” pungkas Septi












