RadarGempita.co.id
Sejarah, – Sosok Muhammad Asmat Sentot, atau yang lebih dikenal dengan MA Sentot, adalah salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Desa Plumbon, Indramayu, pada tanggal 17 Agustus 1925. Ia merupakan jebolan pendidikan militer PETA (Pembela Tanah Air) dengan pangkat Shodancho, yang memberinya bekal kepemimpinan dan strategi militer.

Dikenal dengan julukan “Jenderal Kere” karena kesederhanaannya, MA Sentot memiliki karisma dan keberanian luar biasa yang membuatnya sangat dihormati oleh pasukannya dan ditakuti oleh pihak Belanda.
Di masa perjuangan kemerdekaan, MA Sentot memimpin sebuah unit gerilya yang kemudian dijuluki “Pasukan Setan” oleh tentara Belanda (KL/KNIL).
Julukan ini muncul bukan tanpa alasan; pasukan pimpinan Sentot dikenal dengan taktik gerilya yang sangat efektif, mampu muncul tiba-tiba untuk melancarkan serangan kilat, lalu menghilang tanpa jejak di tengah hutan atau pemukiman rakyat.

Foto: Istimewa
Gerakan siluman ini membuat tentara Belanda merasa dihantui dan kesulitan melacak keberadaan mereka, sehingga menimbulkan ketakutan yang mendalam di kalangan musuh.
Pasukan Setan ini merupakan bagian dari Batalyon A Resimen 11, yang kemudian berafiliasi dengan Divisi Siliwangi, dan beroperasi di wilayah Indramayu, Cirebon, hingga Majalengka.
Salah satu aksi heroik paling terkenal dari Pasukan Setan adalah penghadangan konvoi besar militer Belanda di Jembatan Bangkir, Lohbener, Indramayu Dalam pertempuran ini, MA Sentot dan pasukannya menggunakan taktik sabotase jembatan dan jebakan di jalur utama Pantura untuk melumpuhkan logistik musuh.
Serangan ini tidak hanya berhasil menimbulkan kerugian besar bagi Belanda, tetapi juga menghancurkan moral pasukan mereka dan membuktikan bahwa pejuang lokal dengan semangat juang tinggi mampu melawan teknologi militer modern. Dalam serangan ini puluhan tentara Belanda tewas.












