Radargempita.co.id
Nasional, – Mantan aktivis 98 dari PRD, Kamper, angkat bicara mengenai keberhasilan strategi diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, menyusul terwujudnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada Radargempita.co.id, Kamis (9/08), Kamper menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Presiden Prabowo dalam mengedepankan pendekatan diplomasi damai.
“Secara pribadi saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan strategi diplomasi Presiden. Konsistensinya dalam mendorong deeskalasi konflik, menjunjung hukum internasional, serta menjaga prinsip politik luar negeri yang tidak berpihak, memberikan dampak langsung terhadap stabilitas nasional,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pidato Presiden yang menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Kamper menilai, kondisi harga energi di Indonesia saat ini relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan, seperti Singapura, Filipina, dan Thailand.
Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah sebelumnya berpotensi mengganggu rantai pasokan energi global serta mendorong kenaikan harga komoditas strategis, seperti minyak mentah, pupuk, dan bahan baku industri.
“Oleh karena itu, setiap upaya deeskalasi, termasuk gencatan senjata, patut diapresiasi karena berdampak langsung pada stabilitas perekonomian nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan diplomasi tersebut turut berkontribusi pada stabilitas harga energi, pengendalian inflasi, serta meningkatnya kepastian ekonomi di dalam negeri.
“Ketika harga energi global lebih terkendali, tekanan terhadap APBN berkurang, subsidi energi lebih terjaga, dan daya beli masyarakat dapat tetap stabil,” tegas Kamper.
Meski demikian, Kamper mengingatkan bahwa ketahanan energi nasional tidak boleh sepenuhnya bergantung pada dinamika global. Pemerintah didorong untuk mempercepat transisi energi, termasuk melalui penguatan elektrifikasi di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan cadangan energi strategis dan optimalisasi peran BUMN dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.
“Ketahanan energi merupakan bagian integral dari kedaulatan nasional. Hal ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang mampu membangun ketahanan ekonomi dan energi secara berkelanjutan,” pungkasnya.












