Radargempita.co.id
JAKARTA BARAT, — Prosesi pemulangan hingga pemakaman jenazah Alm. Ahmad Zaki Ali, Ketua Yayasan Gerak Bareng, berlangsung tertib, aman, dan kondusif di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (22/8/2026).

Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat menjalankan kegiatan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 16.40 WITA.

Foto: Istimewa
Sebelum dipulangkan ke Jakarta, jenazah dievakuasi dari wilayah Komodo menuju Labuan Bajo menggunakan helikopter Basarnas. Setibanya di Labuan Bajo, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemulasaraan sekaligus penyelesaian administrasi sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.15 WIB dan selanjutnya dibawa menuju rumah duka di Kompleks Peruri, Jalan KPBD, RT 008/RW 01, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk.
Rangkaian penghormatan terakhir dilanjutkan dengan salat jenazah di Masjid Asshirot sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar pukul 20.20 WIB, jenazah dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan, Jalan Wakaf, RT 008/RW 03, Kelurahan Sukabumi Selatan.
Prosesi pemakaman dihadiri sekitar 750 peziarah, dengan sekitar 55 unit ambulans yang mengiringi rangkaian pemulangan dan pemakaman. Kehadiran masyarakat serta berbagai organisasi kemanusiaan mencerminkan solidaritas terhadap almarhum yang wafat ketika menjalankan misi kemanusiaan.
Sejumlah unsur yang hadir antara lain Ketua DPRD DKI Jakarta Suhut Alinudin, Dompet Dhuafa, Baznas, Sekolah Relawan, Ruang Peduli (RPJ), Rufaidah Humanity Care, Wahana Muda Indonesia (WMI), Basarnas DKI Jakarta, BNPB DKI Jakarta, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukabumi Selatan Aiptu Mulyadi, Babinsa Kelurahan Sukabumi Selatan Serka Triyatno, para ketua RW 01 hingga RW 08, serta masyarakat setempat.
Pengamanan dan pemantauan dilakukan sepanjang rangkaian kegiatan guna memastikan mobilitas masyarakat, iring-iringan ambulans, hingga prosesi pemakaman berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 21.30 WIB. Selama proses pemulangan hingga pemakaman, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Kronologi Pemulangan dan Pemakaman
– 07.00–07.38 WITA: Jenazah dievakuasi dari Komodo menuju Labuan Bajo menggunakan helikopter Basarnas.
– 07.45–09.00 WITA: Jenazah dibawa ke rumah sakit di Labuan Bajo untuk proses pemulasaraan dan administrasi.
– 09.00–09.30 WITA: Jenazah memasuki area kargo.
– 13.55 WITA: Penerbangan dari Labuan Bajo menuju Jakarta.
– 15.15 WIB: Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
– 16.00 WIB: Jenazah diberangkatkan menuju rumah duka.
– 20.00 WIB: Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Asshirot.
– 20.20 WIB: Jenazah dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan.
– 21.30 WIB: Seluruh rangkaian kegiatan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Nilai edukatif: Kepergian Ahmad Zaki Ali menjadi pengingat bahwa kerja-kerja kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga keberanian, solidaritas, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko di lapangan.
(Red/Pen05/KJ)













