Radargempita.co.id
JAKARTA BARAT — Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 digelar di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya No. 2, RT 01/RW 02, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (17/8/2026).
Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta. Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat Agus Mulyadi, Camat Kebon Jeruk.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat pemerintah daerah turut hadir, di antaranya Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.H., M.P.M., Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Jakarta Barat Dr. Arief Indra Kusuma Adhi, S.H., M.Hum., serta unsur Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, BPN, jajaran pejabat dan ASN Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Foto: Istimewa
Pasukan upacara terdiri atas unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Gulkarmat, Inspektorat, ASN, organisasi kemasyarakatan, serta Paskibraka Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara, pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, naskah Proklamasi, doa, dan Andika Bhayangkari. Upacara kemudian ditutup dengan laporan Komandan Upacara, penghormatan kepada Inspektur Upacara, pembubaran pasukan, serta foto bersama.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata
Dalam amanatnya, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah untuk dikenang dan dirayakan, tetapi amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia menyampaikan bahwa Jakarta terus mendorong penguatan posisi sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global. Berdasarkan data yang disampaikan dalam amanat tersebut, perekonomian Jakarta pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year) dan memberikan kontribusi 16,32 persen terhadap perekonomian nasional, dengan inflasi tercatat 2,50 persen.
Pembangunan Jakarta, lanjutnya, diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan, mengurangi kesenjangan, serta memastikan pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Foto: Istimewa
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 disebut mencapai 85,05, tertinggi secara nasional. Pemerintah daerah terus mendorong akses pendidikan dan peningkatan kualitas hidup melalui sejumlah program, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, program pemberdayaan dan padat karya, serta dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.
Di bidang kesehatan, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas layanan melalui pembangunan fasilitas kesehatan berstandar internasional, termasuk rencana pembangunan rumah sakit di lahan eks RS Sumber Waras.
Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Tantangan Bersama
Menurut Iin, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketangguhan dan daya saing Jakarta sebagai kota global. Sejumlah proyek transportasi publik dan konektivitas kawasan terus dikembangkan, termasuk LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota, pedestrian deck Dukuh Atas, serta perluasan layanan Transjakarta dan Transjabodetabek hingga Kepulauan Seribu.
Pemerintah juga melanjutkan penataan ruang kota, termasuk pembongkaran tiang monorel, penataan Jalan H.R. Rasuna Said, serta penguatan konektivitas kawasan JIS-Ancol melalui integrasi transportasi publik.
Namun, pembangunan kota tidak semata diukur dari kemajuan infrastruktur. Persoalan lingkungan, keterbatasan air, kemarau panjang, sampah, banjir, kemacetan, kebutuhan hunian, lapangan kerja, dan kualitas pelayanan publik tetap menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, gerakan Pilah Sampah dari Sumber, pengembangan TPS3R, kampanye Bijak Menggunakan Air, serta edukasi mitigasi kebakaran dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai persoalan perkotaan.

Foto: Istimewa
Akuntabilitas Pemerintahan dan Partisipasi Publik
Dalam amanatnya, Iin juga menekankan pentingnya pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Jakarta disebut kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya atas laporan keuangan daerah.
Capaian tersebut, menurutnya, harus dipandang sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat.
Memasuki perjalanan Jakarta menuju usia lima abad, pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat inovasi, kapasitas fiskal, serta mencari alternatif pembiayaan pembangunan melalui berbagai skema creative financing, termasuk wacana Obligasi Daerah.
Pada momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Iin mengajak seluruh unsur pemerintah, DPRD, Forkopimda, BUMD, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun Jakarta.
“Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar dan bekerja bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya pada Senin pagi.
Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
(Red/Pen05/KJ)













